Pukul Nenek-nenek Pelaku Divonis 1 Bulan, Korban Kecewa Putusan Hakim PN Jakbar

Pukul Nenek-nenek Pelaku Divonis 1 Bulan, Korban Kecewa Putusan Hakim PN Jakbar (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Barat menggelar sidang kasus pemukulan terhadap Kon Siw Lie nenek berusia 67 tahun diruang sidang Soebekti, Kamis (23/05/2019).

Dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim Ketua Soehartono, kemudian didampingi hakim anggota Dwi Yanto dan Herry memvonis terdakwa Sanny Suharli (69) dengan 1 bulan kurungan penjara.

Tak pelak, putusan yang ditetapkan oleh pengadilan membuat korban Kon Siw Lie merasa kecewa. Sebab, vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang menjatuhkan tuntutan 2 bulan penjara.

“Sekarang cuma divonis 1 bulan dan dikurangkan masa tahanan yang sudah dijalaninya. Itu artinya dia (Terdakwa, Red) hanya tinggal menjalani masa tahanan selama 7 hari. Sebab dia kemarin sudah jalani masa tahanan 3 minggu,” pungkasnya.

Sementara, dalam persidangan itu, hakim ketua Soeharto menilai apa yang telah dilakukan terdakwa Sanny terbukti bersalah. Hal tersebut juga diperkuat dengan keterangan dari para saksi ahli dan saksi fakta yang dihadirkan dalam persidangan sebelumnya.

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Dan dijatuhkan pidana 1 bulan kurungan penjara,” ujar Hakim dalam persidangan.

Adapun hal yang memberatkan hukuman terdakwa, kata hakim Soeharto, yakni terdakwa mempunyai nama besar di lingkungan tempat tinggalnya hingga seharusnya bisa menahan diri. Kemudian dalam kejadian itu terdakwa juga merasa tidak bersalah.

“Hal yang meringankan adalah aksi itu (Pemukulan, Red) dilakukan terdakwa setelah dipicu dari saksi Hartawan yang merupakan anak korban,” ucapnya.

Terkait dengan vonis yang telah dijatuhkan tersebut, kemudian majelis hakim juga memberikan kesempatan kepada pihak terdakwa maupun JPU untuk menanggapinya. Hasilnya, kedua sama-sama meminta waktu untuk berpikir ulang.

“Izin yang mulia setelah kami bicarakan kami ambil putusan untuk pikir-pikir dulu mau banding atau tidak,” kata terdakwa. Hal senada juga diucapkan JPU Rumata Rosininta Sianya.(hw)