PT Cemindo Akui Polusi Udara Berasal Dari Mesin Converyor yang Bocor 

PT Cemindo Akui Polusi Udara Berasal Dari Mesin Converyor yang Bocor  (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pabrik Semen Merah Putih PT Cemindo Gemilang mengakui pencemaran udara berupa polusi udara di wilayah Kecamatan Bayah berasal dari mesin conveyor pemuatan yang bocor.

Hal itu diungkapkan oleh GM plant PT Cemindo Gemilang Bayah, Tanmin Tan saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu, (9/3/2019). 

Diakui GM plant, kebocoran tersebut terjadi saat pagi tadi, namun ia mengklaim bahwa kebocoran tersebut bisa diatasi.

"Makasih Bang. Tadi pagi memang sempat ada kebocoran. Sudah berhasil diatasi" jawab Tanmin Tan kepada wartawan. 

Saat disinggung wartawan soal sudah berapa harikah polusi udara tersebut berlangsung. Tanmin mengklaim bahwa kebocoran dan pencemaran udara tersebut berlangsung hanya pagi tadi saja. "Kemarin nggak, tapi tadi pagi bocor lagi. Tanggal 11 akan diperbaiki menyeluruh yang kebocoran tersebut" paparnya. 

Selain itu saat ditanya wartawan, polusi udara tersebut berasal dari mana, Tanmin menjelaskan bahwa itu berasal dari mesin conveyor pemuatan yang bocor dan polusi udara tersebut berasal dari bongkar muat semen. 

Terpisah, Sigit Indrayana Corporate CSR dan Public Relations PT Cemindo Gemilang memberikan tanggapannya soal pencemaran udara tersebut yang berasal dari aktivitas bongkar muat semen. 

"Operasi loading & unloading Port Bayah sehari-hari berlangsung normal. Ketika ada kendala dan ada perbaikan yang perlu dilakukan, maka segera dilakukan perbaikan agar kegiatan bisa berjalan normal kembali" kata Sigit.

Bahkan, menurut Sigit pihaknya akan  memperhatikan masukan masyarakat, karena itu segera kita lakukan adjustment supaya kondisi operasi berjalan normal kembali.

"Dapat kami sampaikan, akan dilakukan perbaikan di mekanisme pemuatan karena terjadi plug/sumbatan sehingga debu keluar. Kondisi normal operasi selama ini, debu tersaring dan hanya udara yang keluar ke udara bebas" jelas Sigit.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Bayah (JMPB) Henriana Hata (Abah Henri) menuding manajemen PT Cemindo Gemilang tidak berjalan dengan baik dengan adanya peristiwa tersebut.

"Bagus itu. Cemindo mengakui keteledoranya. Ini bukti bahwa managemen cemindo tidak berjalan baik. Bentuk tanggungjawabnya apa dari cemindo? Mengakuipun tidak selesai. Kami ingin aktivitas dihentikan dulu, sampai kesalahan tersebut diperbaiki" pintanya. 

Memang jelas Henriana, PT Cemindo Gemilang harus memperhatikan jangan  cuma dengam mengakui keteledoran saja. "Kemudian itu dijadikan instrumen untuk tetap beraktivitas di dermaga. Jaminanya apa kalo kebocoran itu tidak terjadi lagi? Hentikan dulu aktivitasnya, perbaiki, beri jaminan ke warga, baru jalan lagi" pintanya lagi sembari menegaskan. 

"Kami tidak bisa permisif utk hal-hal yang mengakibatkan hilangnya hak-hak warga atas udara yang bersih. Belum lagi aktivitas nelayan yang terganggu" tambahnya. (Eag)