Proyek Pedestrian Milik DPU Tangsel di BSD Dinilai Ada Indikasi Pengurangan Spek dan Kualitas, Kok Bisa?

Proyek Pedestrian Milik DPU Tangsel di BSD Dinilai Ada Indikasi Pengurangan Spek dan Kualitas, Kok Bisa?
Proyek Pedestrian Milik DPU Tangsel di BSD Dinilai Ada Indikasi Pengurangan Spek dan Kualitas, Kok Bisa?
(Proyek pembangunan pedestrian saluran dan jalan milik DPU Kota Tangsel, di Jalan Kalimantan BSD City, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong/KB)

NONSTOPNEWS.ID - Juru bicara Presedium Pemantau dan Pengawas Pembangunan Tangerang Raya (P4TRA), Hilman menyebutkan, adanya indikasi pengurangan spek dan kualitas saluran air beton bertulang atau u-ditch pada proyek pembangunan pedestrian saluran dan jalan di Jalan Kalimantan BSD City, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong.

Proyek tersebut diketahui  milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti dijelaskan oleh Hilman, bahwa spek u-ditch pada proyek tersebut seharusnya K-350. Namun, yang terlihat kualitasnya u-ditch yang digunakan diragukan kualitasnya.

“Kualitas u-ditch nya jelek, K-350 nya diragukan. Kalau dilihat dari kualitas barang (u-ditch) diduga ada pengkondisian yang dilakukan Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPTK) dengan pelaksana proyek. Ada indikasi pengurangan spek dan kualitas U-ditch,” ujarnya, melalui pesan Whatsapp, Kamis (24/9/2020).

Sayangnya hingga saat ini, DPU Kota Tangsel seperti enggan memberikan keterangan, meski awak media beberapakali mendatangi kantor DPU Tangsel, di Jalan Puspitek Raya, Setu.

“Iya, nanti aja ya,” singkat kepala bidang pedestrian DPU Tangsel, Eka Pribawa, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

Untuk diketahui, alokasi anggaran proyek pedestrian tersebut sebesar 3,5 milyar. Proyek tersebut dikerjakan PT Tigalapan Adam Internasional selaku kontraktor pelaksana, dengan nilai kontrak sebesar 3,2 milyar lebih.

Diketahui u-ditch pada proyek pedestrian tersebut menggunakan spek K-350 dengan ukuran 40 x 40 cm, dan panjang pemasangan sekitar 1200 meter, dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 140 hari. (Kb)