Program Satu RW 100 Juta Dikritik, Tim Azizah-Ruhama Ogah Jelasin Secara Teknis, Takut Dicontek!

Program Satu RW 100 Juta Dikritik, Tim Azizah-Ruhama Ogah Jelasin Secara Teknis, Takut Dicontek! (Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rizki Jonis/Kb)

NONSTOPNEWS.ID - Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rizki Jonis, menjawab kritikan terhadap program satu RW 100 juta per tahun milik Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Azizah-Ruhama.

Namun, Rizki Jonis yang juga termasuk dalam tim pemenangan Azizah-Ruhama enggan menjelaskan secara rinci mengenai teknis pengalokasian anggaran tersebut. Dirinya beralasan, jika dijelaskan secara rinci, ditakutkan dicontek atau ditiru oleh Paslon lain.

“Kalo saya jelaskan disini susah ngetiknya, yang jelas program Azizah-Ruhama bisa terealisasi, yang lain rahasia, nanti di contek paslon lain,” katanya, melalui pesan Whatsapp, Senin (12/10/2020).

Lebih lanjut, Rizki membela program Azizah-Ruhama tersebut, yang dianggap tidak logis dan sekedar omong kosong.

“Kalo orang yang gak ngerti mekanisme begitu, program itu sangat mudah, tidak ada yang susah untuk merealisasikan, yang penting program itu bisa terlaksana, dan masyarakat akan merasakannya,” jelasnya.

Ditambahkannya, bahwa tujuh program unggulan Azizah-Ruhama sudah diperhitungkan secara matang. Rizki mengklaim, masyarakat sudah menunggu program ini dapat terealisasi.

“Realisasinya kita menangkan dulu Azizah-Ruhama jadi Walikota dan Wakil walikota, baru dapat terealisasi,” tambah Rizki.

Sebelumnya, direktur Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menilai, program Azizah-Ruhama itu tidak logis. Menurutnya, akan sulit merealisasikan program tersebut, karena pembangunan wilayah lingkungan terbagi kedalam sektor-sektornya masing-masing.

“Enggak logis lah, pembangunan di lingkungan itu bermacam-macam, misalnya penerangan jalan itu leading sektornya tidak sama dengan pembangunan drainase. Pertanyaannya alokasi anggaran tersebut mau ditaro dimana, leading sektornya dinas mana atau organisasi perangkat daerah yang mana. Apakah direalisasikan dalam bentuk hibah, akan sulit juga kan,” pungkasnya, melalui pesan Whatsapp. (Kb)