Prihatin Virus Corona, PBNU Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah

Prihatin Virus Corona, PBNU Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Merespons musibah virus corona yang telah menimpa sebagian masyarakat Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan seluruh Nahdliyin untuk membaca qunut nazilah. Tak hanya Itu, PBNU juga menginstruksikan untuk berdoa tolak bala agar bangsa terhindar dari musibah dan bencana. 

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Keterangan Nomor 3929/C.I.34/03/2020 yang diterbitkan Selasa, 3 Maret 2020. Surat tersebut ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen HA Helmy Faishal Zaini. 

"Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan prihatin atas adanya musibah Wabah Virus Corona (SARS-coV 2/COVID-19) yang telah menimpa saudara-saudara kita. Berkaitan dengan bencana tersebut, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren di semua tingkatan agar membaca qunut nazilah dan meningkatkan amalan dan doa tolak balak agar bangsa Indonesia terhindar dari musibah dan bencana," demikian surat keterangan instruksi itu.

Selain itu, PBNU juga meminta seluruh Nahdliyin untuk tetap tenang, tidak panik, dan melaksanakan beberapa anjuran sebagai berikut:

Pertama, menjaga kesehatan, berolahraga dan istirahat yang cukup. Kedua, jika ada anggota keluarga yang sedang sakit (sesak napas, batuk, pilek, demam, flu dan lainnya) diharapkan untuk segera periksa ke dokter, dan untuk sementara tidak berbaur dalam kerumunan di masjid atau musholla, pengajian-pengajian, atau tempat umum lainnya sampai kondisi kesehatan sudah dalam keadaan baik. 

Ketiga, menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Keempat, utamakan untuk selalu menjaga wudhu, dan kelima, tetap memperbanyak doa, memohon pertolongan Allah SWT melalui istighotsah, pembacaan sholawat thibbil qulub, dan amalan-amalan dari para kiai dan guru.
            
Sebagaimana diketahui, virus corona awal kali terjadi di Wuhan, China. Kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk baru-baru ini ke Indonesia. 

Kemarin, Presiden Joko Widodo pada laporannya menyatakan bahwa sudah ada dua WNI yang terjangkit virus.
(Sumber : NU Online)