PPDB di Kota Tangerang Kusut, Sekolah Berlabel Agama di Pinang Diduga ‘Jual Beli Kursi’

PPDB di Kota Tangerang Kusut, Sekolah Berlabel Agama di Pinang Diduga ‘Jual Beli Kursi’ (Dok. Penamerdeka.com/Merdeka Nonstop Grup)

NONSTOPNEWS.ID - Praktik dugaan pungli terjadi pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) MTs Negeri 2, Pinang, Kota Tangerang.

Indikasi jual beli kursi siswa dikeluhkan orang tua murid secara langsung. Salah seorang siswa asal Kelurahan Kunciran indah yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat proses test PPDB anaknya kalah bersaing dengan calon siswa lain.

“Anak saya gak bisa masuk MTs Negeri mas, karena kalah bersaing dengan siswa baru lainnya,” ucap wanita berinisial S (45) kepada penamerdeka.com, (Merdeka Nonstop Grup), Senin (15/7/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun, jika ingin lolos dan bisa bersekolah di MTs Negeri 2, orang tua murid harus merogoh kocek sekitar Rp 3,5 juta.

Termasuk jika nilai anak dibawah standar. Tapi semua bisa masuk dengan cara menghubungi oknum guru sekolah yang sengaja menawarkan ‘beli bangku’.

Menurut Jamal, Humas Mts Negeri 2 Pinang, Kota Tangerang, perihal dugaan praktik pungli PPDB calon peserta didik baru dia mengaku tidak pernah pihak sekolah melakukan hal tersebut.

“Sekolah memang ada penerimaan peserta didik baru dengan sistem online dan sistem zonasi. Tapi kalau praktik beli bangku saya tidak tahu,” ungkap Jamal.

Dia melanjutkan, calon peserta didik baru di MTs Negeri 2 memang sangat tinggi. Sementara daya tampung terbatas.

“Antara peminat yang akan masuk ke MTs sangat tinggi. Itu sudah menjadi dilema setiap tahun di MTS Negeri 2,” kata Jamal.

Untuk tahun 2019 yang diterima hanya 312 orang dari 8 rombongan belajar (rombel) diantaranya laki-laki 115 siswa dan perempuan 197.m

“Makanya banyak orangtua berharap agar anak mereka diterima juga,” tukasnya.
(pm/red)