PPDB Banten, Gubernur : Siswa Berkebutuhan Khusus Wajib Dapat Kursi Sekolah

PPDB Banten, Gubernur : Siswa Berkebutuhan Khusus Wajib Dapat Kursi Sekolah (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMA di Banten tak hanya melihat aturan Permendikbud semata. Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) bahkan mewajibkan panitia PPDB sekolah negeri atau pun swasta menerima siswa berkebutuhan khusus.

Pasalnya, pada PPDB tahun 2019, Pemprov Banten mengencangkan program sekolah inklusif.

“Anak anak wajib sekolah (ke-SMA/SMK) meski dia (para siswa lulusan sekolah menengah, red) berkebutuhan khusus. Mereka harus mendapatkan kursi (sekolah),” kata WH kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

Pemerintah wajib memfasilitasi kebutuhan dasar masyarakat. Tidak ada yang membatasi karena pendidikan merupakan hak dasar warga negara.

“Sekolah tidak boleh menolak siswa berkebutuhan khusus. Meski ada beberapa kriteria yang harus di terima bagi sekolah,” kata Gubernur.

Sementara kata Arkani, Kabid Pendidikan Khusus, Dindikbud Banten, sesuai dengan arahan Pemprov Banten sudah menginformasikan kepada sekolah tingkat SMA/SMK Negeri atau pun swasta wajib menerima siswa dengan berkebutuhan khusus.

“Arahan Pak Gubernur orang tua juga jangan anaknya dilarang untuk tidak sekolah. Harus tetap sekolah,” ucap Arkani.

Arkani juga memang menyebut kalau siswa berkebutuhan khusus harus diterima meskipun persentasi peneriman siswanya tidak disebutkan.

Tetapi untuk sekolah negeri SMA sederajat harus menerimanya lantaran sudah tertuang dalam Permendiknas Nomor 70 Tahun 2014.

“Ketunaanya memang dibatasi, tidak semua penyandang disabilitas bisa diterima,” tukasnya.

Penguatan PPDB bagi program sekolah inklusi selain ada Permendiknas, menurut Arkani, sudah ditopang dengan Pergub Nomor 74 Tahun 2014. Ini termasuk untuk program sistem pengajaran karena sekolah model inklusi membutuhkan guru yang khusus.

“Kita sudah ada Pergub meski nanti akan direvisi sesuai kebutuhan sekolah, guru dan siswanya,” ucapnya menegaskan. (pm/red)