Polsek Metro Kebon Jeruk Tangkap 4 Polisi Gadungan yang Peras Warga Rp100 Juta

Polsek Metro Kebon Jeruk Tangkap 4 Polisi Gadungan yang Peras Warga Rp100 Juta (Istimewa)

JAKARTA - Aparat Polsek Metro Kebon Jeruk menangkap empat pria, karena melakukan penganiayaan dan pemerasan terhadap warga Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mereka berpura-pura menjadi polisi dan melengkapi atribut penampilannya dengan dasi merah berlogo reskrim serta membawa sebuah handy talky (HT) dalam beraksi.

Dalam aksinya, para pelaku menuduh korban telah melakukan perbuatan asusila terhadap seorang gadis fiktif bernama Bella (12 tahun).

"Tersangka ini langsung menuduh korban dan berlaga seperti polisi dengan mengenakan dasi berlogo reskrim," kata Kapolsek Metro Kebon Jeruk Kompol M Marbun kepada media, Rabu (1/8/ 2018) kemarin.

Korban yang termakan sandiwara para pelaku lantas digiring masuk ke dalam mobil. Disanalah korban dianiaya, kemudian dibawa ke rumah ketua RT setempat agar aksinya makin meyakinkan. Para pelaku mengaku mau berdamai asal mendapat uang sebesar Rp100 juta.

Tak mau ambil risiko, korban pun meminta anaknya datang ke rumah Pak RT dan membayarkan uang jadi sebesar Rp30 juta yang sisanya akan dibayar pada hari lain.

"Merasa tidak senang atas perlakuan pelaku, pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Kebon Jeruk," ucap Kapolsek.

Setelah mendapati laporan korban, pihak Polsek Metro Kebon Jeruk pun bergerak cepat. Kanit Reskrim Polsek Metro Kebon Jeruk, AKP Josman Harianja mengatakan, dari informasi yang diterima pihaknya berupaya memancing pelaku dengan menghubunginya dan mengatakan kekurangan sebesar Rp40 juta akan dilunasi.

Tentu saja tanpa pikir panjang para pelaku pun mengiyakan untuk bertemu. Saat itulah pihaknya lantas menciduk keempatnya. Mereka adalah Hermansyah (31), Alfi Dariansyah (27), Ikbal (45) dan Nasuki (37).

Atas perbuatannya itu, para pelaku dikenakan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

"Pelaku langsung kita tangkap dan barang bukti yang kita amankan berupa satu buah HT, sebuah dasi merah berlogo Reskrim, uang tunai Rp30 juta, dan satu unit mobil HRV warna silver," kata AKP Josman Harianja. (ak)