Polres Bandara Soetta Ungkap Aksi Pencurian Didalam Pesawat

Polres Bandara Soetta Ungkap Aksi Pencurian Didalam Pesawat (Istimewa)

TANGERANG - Polres Bandara Soetta berhasil mengungkap aksi pencurian barang milik PT Garuda Indonesia yang marak terjadi belakangan ini. TG yang merupakan pelaku pencurian akhirnya dibekuk oleh tim reskrim Polres Bandara di Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan kami, diamankan tersangka TG, supervisor perusahaan yang bertugas melakukan pengecekan barang di (pesawat) Garuda," jelas Kapolres Bandara Soetta AKBP Viktor Togi Tambunan kepada wartawan di Polresta Bandara Soetta, kemarin.

Selain TG, polisi juga membekuk dua tersangka lainnya yakni JF dan FI. Dari kedua tersangka polisi menyita barang bukti berupa sarung bantal milik Garuda Indonesia serta piring dan lain-lainnya.

Diungkapkan Viktor, kasus pencurian didalam pesawat Garuda Indonesia terbongkar setelah pihaknya menerima laporan adanya penjualan barang milik pesawat tersebut di toko online. Kemudian Satreskrim Polres Bandara bergerak cepat dan menelusurinya.

"Barang-barang itu lalu dijual ke tersangka SO. Dari pemeriksaan, SO mengakui dirinya mendapat barang itu dari TG, dan dijual di situs Bukalapak, dan Tokopedia," ungkapnya.

Tersangka TG mengambil barang-barang milik Garuda Indonesia di dalam pesawat yang seyogianya diperuntukkan bagi penumpang, seperti headset, parfum, dan lainnya.

Dalam sebulan, TG bisa meraih untung dari barang curian itu sekitar Rp500 ribu. Uang itu lalu digunakan untuk tambahan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya.

Saat ini, polisi masih mendalami keterangan SO. Sebab, pria itu mengaku mendapat barang milik Garuda tidak hanya dari tersangka TG, tapi dari orang lain juga.

"Kalau menurut SO, masih ada lagi. Jadi barang-barang yang berada di toilet, di dalam pesawat, semua diambil," kata Kapolres.

Sementara itu, tersangka TG mengaku terpaksa melakukan pencurian barang milik Garuda Indonesia lantaran penghasilannya sebagai supervisor tidak cukup untuk biaya hidup.

"Saya sudah 27 tahun kerja di Garuda, tapi tidak pernah ada kenaikan gaji. Sebulan saya digaji Rp3,5 juta, sangat kurang, Pak. Mau tidak mau, saya mencuri," akunya.(hw)