Polisi Temukan Sejumlah Senjata Api di Salah Satu Kamar Penghuni Apartemen Mediterania

Polisi Temukan Sejumlah Senjata Api di Salah Satu Kamar Penghuni Apartemen Mediterania (Nonstopnews.id)

Jakarta - Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menemukan sejumlah pucuk senjata di kediaman OY WN pria kelahiran 26 Mei 1975 di Apartemen Mediterania Tower 2 unit Kenangan LT 25 KF, Kel. Tanjung Duren Selatan, Kec. Tambora, Selasa(16/10/2018).

Penemuan sejumlah pucuk senjata itu diawali saat polisi mendapatkan informasi dari pihak keluarga OY WN yang mendengar suara letusan dari kamarnya.

"Adiknya baru saja ditelpon oleh kakaknya yang menyatakan permohonan maaf. Tapi langsung mendengar suara letusan. Oleh karenanya kami segera menuju ke lokasi kejadian bersama-sama keluarga OY WN. Keadaan pintu dan jendela terkunci dari dalam," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombespol Hengki Haryadi di Mapolres, Rabu(17/10/2018).

Namun saat petugas berhasil membuka pintu kamar. OYN ditemukan sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka tembak.

"Kami temukan disebelah jenazah OYN senjata api Bareta Tomcat kaliber 12. Ternyata di kamarnya kami juga temukan senjata-senjata lain," terang Hengki.

Namun kata Hengki dalam meninggalnya OYN, polisi menyimpulkan dugaan sementara bunuh diri dengan senpi jenis pistol.

"Kami memungkinkan tidak ada orang didalamnya. Dan kesimpulan sementara bahwa ini adalah bagian bunuh diri," ucap Kapolres.

Dari barang bukti senjata api disita polisi, berupa satu pucuk Senjata Api jenis Pistol Hunter, senjata api tipe Bareta Tomcat/DAA 041529, senjata Laras panjang tipe MP4/210704 Cal 5.56 MM.

1(satu) pucuk senjata api tipe Hunter CZ/A049979, 42 butir peluru Cal. 5.56 MM, 198 butir peluru Cal.45 MM, 12 butir peluru Cal.9 MM serta 38 butir peluru CLS Cal.9 MM.

Tentunya tambah Kapolres, apabila korban tidak meninggal dunia, maka dapat kenakan undang-undang darurat, dan terkait peredaran senjata gelap. Sementara kasusnya dinyatakan gugur karena korban meninggal dunia. Jasad OY WN sendiri kini dibawa ke RS Polri Kramatjati guna keperluan Otopsi.(wr/hw)