Polisi Telusuri Viralnya Foto Bendera Merah Putih Yang 'Ditiban' Bendera PKB

Polisi Telusuri Viralnya Foto Bendera Merah Putih Yang 'Ditiban' Bendera PKB (istimewa)

JAKARTA - Terkait viralnya di jejaring media sosial soal foto Bendera Merah Putih yang ditiban oleh Bendera Partai Kebangkitan Bangsa(PKB). Pihak Polda Metro Jaya akan mengecek kebenaran perihal tersebut.

"Harus dicek dulu kebenaran seperti apa," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. R.Argo Yuwono ketika dihubungi nonstopnews.id, Selasa(6/11/2018).

Namun saat ditanya, apakah ada unsur hukum pidananya dalam peristiwa itu. Argo pun belum bisa memastikan untuk proses hukum lebih jauh."Belum bisa mengandai andai," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, viralnya foto Bendera Merah Putih yang terdapat lambang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di jagat dunia maya kembali mendapat sorotan warga netizen. 

Mereka menyayangkan perilaku tersebut, dimana terlihat di lambang bendera bangsa Indonesia dinodai dengan menambahkan lambang partai. 

Melalui akun bernama Muhammad Yunus, Senin (6/11/2018), terlihat dalam foto itu nampak Calon Wakil Presiden 2019, KH. Ma'ruf Amin bersama seorang pengurus partai tengah menggenggam bendera dengan tiang bambu. Penyerahan itu terlihat dilakukan didalam ruangan. Tak dijelaskan dimana peristiwanya dan kapan terjadi. 

"Ya ampun kenapa kau rusak bendera merah putihku, mana rasa patriot mu," ujar akun Mummad Yunus.

Akun lainnya seperti Betawi Punya Gaya memberi komentar senada.

"Tempo hari bendera merah putih ada lafaz tauhid dipermasalahkan. Ini bendera merah putih ditiban lambang partai ini penghinaan. Ini revolusi kebablasan," tutur akun Betawi punya gaya.

Akun Facebook bernama Petrus Saul Daniel N berkomentar bernada marah. 

"Ini kurang ajar. Ngawur teledor sontoloyo. Jangan sampai ditiru oleh partai lain," tulis akun tersebut. 

Potingan akun Petrus sejauh ini sudah disukai ratusan netizen dan dibagikan lebih dari 1700 kali. 

Sementara terkait tanggapan dari partai terkait soal berita itu, akan dimuat pada berita selanjutnya.(hw)