Polisi Salahkan Mahasiswi UIN yang Tewas dan Supir Truk Bebas, Orang Tua Korban Tak Ikhlas

Polisi Salahkan Mahasiswi UIN yang Tewas dan Supir Truk Bebas, Orang Tua Korban Tak Ikhlas
Polisi Salahkan Mahasiswi UIN yang Tewas dan Supir Truk Bebas, Orang Tua Korban Tak Ikhlas
(Kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Kepolisian Resor (Polres) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghentikan penyidikan kasus kecelakaan truk di Jalan Graha Raya Bintaro, yang menewaskan salah seorang mahasiwi UIN Syarif Hidayatullah, Niswatul Umma, pada 14 Oktober 2019 lalu.

Dijelaskan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kota Tangsel AKP B. Marfiando, bahwa pengehentian penyidikan kasus kecelakaan tragis ini, berlandaskan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dimana supir truk tidak bisa dibuktikan bersalah.

“Pada kenyataannya dari pihak almarhum (Korban) memang posisinya lemah, jadi korban ini karena kelalaiannya lah yang menyebabkan dia meninggal dunia," jelas Marfiando diruangannya, di Markas Polres Tangsel, Jalan Promoter BSD City, Jum’at (15/11/2019).

Bukan itu saja, kata Kasatlantas, dalam kronologis juga dianalisa bahwa kelalaian korban berusaha mendahului truk tetapi tak cukup celah.

"Sudah dijelaskan kronologisnya dimana korban ini akan menyalip, celahnya tidak dapat akhirnya terseret kendaraan truk. Sudah dilakukan olah TKP, dari hasil TKP itu memang supir truk ini tidak bisa dibuktikan bersalah,” tambah Kasatlantas.

Menanggapi langkah Polres Tangsel, ibu korban, Suti, merasa tidak ikhlas jika almarhum anaknya malah dipersalahkan, yang seolah seperti menjadi tersangkanya, dalam kasus tersebut.

“Anak kita ditetapkan bersalah, kan karena kronologinya nggak tau. Mau gimana ya, sebenarnya enggak ikhlas kalau disalahkan anak saya yang nabrak, ya enggak adil lah, nyawanya sudah direnggut jadi tersangka, gimana?,” katanya, saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Tajur Rt 02/Rw 04 Nomor 90, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Disisi lain, penjelasan Polres Tangsel terkait kasus kecelakaan ini pun masih belum terlalu jelas. Seperti ketika ditanya mengenai truk yang terlibat kecelakaan pun, Kasatlantas belum tahu secara detil.

Bahkan, yang disampaikan Marfiando, menimbulkan kesan kontradiktif dengan laporan awal peristiwa, yang disampaikan oleh Kepolisian Sektor Kecamatan Pondok Aren, pada Senin (15/11/2019) sekitar Pukul 15:45 WIB. Dimana pada laporan awal menyampaikan, pemotor (korban) melaju di Jalan Mahagoni, kemudian tertabrak dari belakang dalam satu arah oleh truk, korban terjatuh kemudian terlindas dan meinggal dunia.

Sebelumnya pun, berdasarkan olah TKP penjelasan Kepala Unit kecelakaan lalu lintas Iptu Dhady Arsya juga berseberangan dengan laporan awal tersebut. 

“Itu dilihat dari gambarnya, ini yang A mobil truk berhenti, B juga mobil truk, ini sama-sama beriringan, kemudian ditabrak persis  di spakboard truk yang lagi berhenti, sehingga dia jatuh dan melintir. Bersamaan dengan itu masuk kedalam kolong antara dua ban belakang, sehingga dia terseret 14 meteran, karena nggak tau sopirnya bahwa ada motor, dia hanya mendengar teriakan,” terang Dhady diruangannya, saat menjelaskan kronologi kecelakaan, sambil menunjuk papan kaca diruangannya, yang menggambarkan ilustrasi terjadinya kecelakaan tersebut, pada Rabu (13/11/2019). (kibo)