Polisi Bekuk Penjual Miras Oplosan, Yang Sebabkan Warga Cengkareng Tewas

Polisi Bekuk Penjual Miras Oplosan, Yang Sebabkan Warga Cengkareng Tewas ()

JAKARTA - Miras oplosan yang merenggut tujuh orang beberapa waktu lalu, ternyata dibeli di sebuah warung yang berada di RW 06 Cengkareng Timur.

"Dari orang orang bilangnya sih beli di RW 06, tapi tidak tahu pasti dimana. Namun ada lima orang warga Cengkareng Timur juga tewasnya karena beli miras di warung itu. Tapi, adik saya enggak menenggak miras bareng lima orang itu ya," tutur Agung kakak ipar Harophora alias Ucok, salah satu korban meninggal.

Atas kasus tewasnya 6 orang tersebut, polisi bertindak cepat dengan meringkus SR (60), peracik oplosan maut tersebut. SR yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu dibekuk di rumah tempatnya meracik dan menjual oplosan di Jalan Kincir Raya, RT 008/006, Cengkareng, Senin (25/6/2018).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menyatakan, SR ditangkap tanpa perlawanan. Di tempat itu, polisi menemukan beberapa barang bukti.

"Barang bukti yakni 10 buah dirigen alkohol 70 persen ukuran 20 liter, yang tiga dirigen diantaranya terisi cairan alkohol 70 persen, 5 buah dirigen 10 liter yang dua dirigen diantaranya itu sudah terisi miras oplosan siap edar dan 1 dirigen lainnya berisi alkohol berkadar 70 persen, 3 takaran, gayung, toples, 24 plastik berisi miras oplosan seharga Rp 15.000 dan 22 plastik berisi miras oplosan seharga Rp 25.000," papar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, pengoplos miras, SR mengaku membeli bahan-bahannya dari toko di Jalan Gunung Sahari.

"Berdasarkan keterangan tersangka, bahwa tersangka ini beli bahannya itu di Gunung Sahari. Ada tokonya di sana. Lalu, dia membeli barang atau bahannya untuk buat miras ini, awalnya dengan alasan untuk membuat parfum. Ternyata, bahan-bahan itu dicampur membuat miras. Akhirnya menyebabkan enam korban tewas dan satu korban lain lain kritis di RSUD Cengkareng," ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, miras oplosan itu dibuat SR dengan menggunakan bahan dasar methanol ataupun methil (alkohol). Bahan bahan ini bersifat toxic (racun) yang digunakan untuk penetrasi.

"Ini (methanol) tak boleh dikonsumsi manusia. Dia (SR) kemudian (bahannya) dicampuri dengan teh, gula, dan air putih," ujarnya.

Menurut Kapolres, penjualan miras oplosan itu dilakukan secara tertutup. "Dari hasil pemeriksaan kami, yang bersangkutan (SR) baru jualan (miras oplosan) pada tanggal 21 Juni 2018 kemarin. Dia menjual tertutup ya, atau hanya kalangan tertentu saja," terangnya. (HPMJ/ak)