PMI Kabupaten Tangerang Bantu Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

PMI Kabupaten Tangerang Bantu Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
PMI Kabupaten Tangerang Bantu Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
PMI Kabupaten Tangerang Bantu Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
(Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak memberikan duka yang mendalam bagi kita semua. Bagaimana tidak, sekitar 62 orang yang berada dipesawat tersebut dilaporkan hilang.

Bermula dari informasi Markas PMI Pusat, 
PMI Kabupaten Tangerang bergegas menuju Crisis Center Sriwijaya Air SJ-182 Bandara Soekarno Hatta.

Suranto, Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang yang memimpin langsung tim,  mengerahkan sejumlah unit mobil ambulance dan mobil jenazah, serta perahu karetpun ikut diturunkan.

"Informasi pertama kami terima hari sabtu sekitar jam 17.00, dari situ langsung kita kerahkan mobil ambulance dan mobil jenazah, perahu karet dan unit yang lainnya sebagai penunjang pencarian korban dan puing-puing pesawat. Kita juga menyiagakan relawan PMI yang sudah tersebar dibeberapa titik, seperti tanjung kait dan tanjung pasir", tutur Suratno. Selasa, (12/01/2020).

Lanjut Suratno, untuk hari pertama dan kedua, PMI Kabupaten Tangerang berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut Radar Tangerang dibantu Pengurus dan Relawan PMI Kecamatan Pakuhaji, Mauk, dan Teluknaga menyisir wilayah tersebut karena sempat ditemukan puing pesawat dan jaket yang diduga milik penumpang. 

"Kita mendirikan MCK darurat dan dibantu PDAM Kerta Raharja menyediakan sekitar 10.000 liter air bersih perhari guna menunjang kebutuhan sekitar 
300 orang petugas penyelam," ucap suratno yang akrab disapa Otoy.

Hingga berita ini diturunkan, PMI bersama Basarnas dan PDAM Kertaraharja masih standby di posko SAR gabungan diperairan pantura Kabupaten Tangerang. (red) 

NONSTOPNEWS.ID - Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak memberikan duka yang mendalam bagi kita semua. Bagaimana tidak, sekitar 62 orang yang berada dipesawat tersebut dilaporkan hilang.

Bermula dari informasi Markas PMI Pusat, 
PMI Kabupaten Tangerang bergegas menuju Crisis Center Sriwijaya Air SJ-182 Bandara Soekarno Hatta.

Suranto, Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang yang memimpin langsung tim,  mengerahkan sejumlah unit mobil ambulance dan mobil jenazah, serta perahu karetpun ikut diturunkan.

"Informasi pertama kami terima hari sabtu sekitar jam 17.00, dari situ langsung kita kerahkan mobil ambulance dan mobil jenazah, perahu karet dan unit yang lainnya sebagai penunjang pencarian korban dan puing-puing pesawat. Kita juga menyiagakan relawan PMI yang sudah tersebar dibeberapa titik, seperti tanjung kait dan tanjung pasir", tutur Suratno. Selasa, (12/01/2020).

Lanjut Suratno, untuk hari pertama dan kedua, PMI Kabupaten Tangerang berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut Radar Tangerang dibantu Pengurus dan Relawan PMI Kecamatan Pakuhaji, Mauk, dan Teluknaga menyisir wilayah tersebut karena sempat ditemukan puing pesawat dan jaket yang diduga milik penumpang. 

"Kita mendirikan MCK darurat dan dibantu PDAM Kerta Raharja menyediakan sekitar 10.000 liter air bersih perhari guna menunjang kebutuhan sekitar 
300 orang petugas penyelam," ucap suratno yang akrab disapa Otoy.

Hingga berita ini diturunkan, PMI bersama Basarnas dan PDAM Kertaraharja masih standby di posko SAR gabungan diperairan pantura Kabupaten Tangerang. (red)