Perusahaan Sepatu yang Dikunjungi Jokowi Didemo Warga, Uang Pelicin Disoal

Perusahaan Sepatu yang Dikunjungi Jokowi Didemo Warga, Uang Pelicin Disoal (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - PT KMK Global Sport salah satu perusahaan pembuat sepatu Nike, didemo warga sekitar, Kamis (05/09/2019). Pasalnya para warga memprotes soal penerimaan karyawan yang tak banyak mengakomodir dari warga sekitar.

Pabrik sepatu yang sempat dikunjungi presiden Jokowi beberapa waktu lalu, dinilai  warga Desa Pasir Gadung dan Desa Telaga Sari lebih mementingkan karyawan yang berasal dari luar daerah mereka.

Berdasarkan pantauan dilapangan Ratusan warga desa Pasir Gadung dan warga desa Talagasari Kecamatan Cikupa ini, membentangkan spanduk berisi tuntutan-tuntutan kepada perusahaan. Ratusan pengunjuk rasa ini kemudian memblokir pintu masuk gerbang PT Cikupa Mas, akibatnya akses jalan menuju perusahaan mengalami kemacetan.

Ratusan warga di dua desa tersebut menuntut kepada perusahaan agar memprioritaskan penerimaan karyawan putra daerah sekitar perusahaan. Dan menolak adanya uang pelicin dalam melakukan rekrutmen karyawan.

"Saya berharap agar perusahaan bisa mempekerjakan warga dua desa pasir gadung dan Telaga Sari, karena pabrik KMK inibada di desa kami," terang Sidik warga Pasir Gadung.

Sidik mengatakan, selama ini dalam rekrutmen karyawan baru, perusahaan tidak pernah melibatkan pemerintahan desa, padahal pihak desa sudah mengirim surat audiens dan meminta agar perusahaan bisa mempekerjakan warga desa Pasir Gadung.

"Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga kepada managemen KMK karena selama ini tidak pernah peduli terhadap lingkungan sekitar." tandasnya.

Sementara, koordinator aksi yang juga kades Pasir Gadung Hamdan berharap agar aksi demontrasi ini bisa diterima oleh perusahaan, karena selama ini warga desa Pasir Gadung banyak yang menganggur.

"Alhamdulillah tadi kami dipanggil oleh pihak perusahaan dan menurut perwakilan perusahaan, yang diwakili oleh pak Sapto Hadi, pihak perusahaan sudah membuat pernyataan dan menyepekati tuntutan kami, tapi teknis seperti apa kami masih menunggu," tandasnya. (db/red)