Pernyataan Kontroversi Sumbar, Pengamat : Jangan Puan Yang Makan Nangka, Kader Yang Bersihin Getahnya

Pernyataan Kontroversi Sumbar, Pengamat : Jangan Puan Yang Makan Nangka, Kader Yang Bersihin Getahnya (Pengamat Sosial Politik, Kang Tamil/ist)

NONSTOPNEWS.ID - Pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada pengumuman pasangan calon kepala daerah gelombang V PDIP, terkait “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila” berujung kontroversi hingga kepada laporan ke pihak kepolisian.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Nasional Tamil Selvan mengatakan bahwa diksi yang digunakan oleh puan menguji kematangannya dalam berpolitik.

"Tujuan diksi politik adalah menuai respon publik, dan itu berhasil. Tinggal kemudian bagaimana saat ini Puan mampu mengelola respon publik tersebut sehingga menguntungkan dirinya. Saya kira kematangan berpolitik Puan sedang diuji saat ini," ungkap Kang Tamil, panggilan akrabnya, kepada awak media, Sabtu (5/9/2020).

Kang Tamil mengatakan bahwa selama ini Puan Maharani telah berhasil mencapai puncak dalam karir politiknya. Namun menurutnya, Puan perlu membuktikan dirinya bahwa pencapaian karirnya tersebut bukan semata karena dirinya anak dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Kalau bicara karir politik, saya kira Puan sudah mencapai itu semua. Mulai anggota DPR, hingga Menko, dan kini Ketua DPR RI. Nah polemik ini menjadi fase bagi Puan untuk membuktikan bahwa pencapaian karirnya bukan semata karena dia adalah 'princess' di PDIP, dan masyarakat menunggu itu," tandas pemilik akun Youtube KangTamil ini.

Pengamat ini mengatakan bahwa klarifikasi yang disampaikan para kader-kader PDIP membuat seolah Puan tidak dewasa dalam berpolitik. Dirinya berpendapat bahwa Puan harus berani tampil sendiri dan menjelaskan maksud perkataannya yang menyinggung masyarakat Sumatera Barat.

"Saat ini 'clarified statement' yang dilakukan oleh kader-kader PDIP, salah positioning. Ini memunculkan stigma seperti pribahasa 'seolah Puan yang makan nangka, kader yang harus bersihin getahnya', jadi dia dinilai tidak berani bertanggung jawab terhadap apa yang dikatakannya. Dia harus tampil mengklarifikasi sendiri, kan 2024 dia digadang jadi wapres jadi ini ujian naik level," jelas Kang Tamil.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa selama Puan mengemban jabatan publik, dirinya belum pernah memberikan gebrakan kinerja yang jelas. Makan menurut pengamat ini, cara Puan dalam menyelesaikan polemik terkait ucapannya itu menjadi bahan penilaian bagi masyarakat.

"Selama ini kita belum melihat ada kinerja jelas dari Puan selama ia memeggang jabatan publik, baik di DPR maupun di Kementrian, bahkan beberapa kali justru blunder. Maka masyarakat menunggu bagaimana Puan dapat menyelesaikan polemik yang ia ciptakan ini. Ini menjadi penilaian apakah memang Puan pantas naik level untuk digadang jadi Cawapres di 2024," tutup Kang Tamil. (Red)