Peringati Hari Kartini, Ini Pesan Walikota Cantik Kepada Perempuan 

Peringati Hari Kartini, Ini Pesan Walikota Cantik Kepada Perempuan  (Dok. Kominfo Tangsel)

NONSTOPNEWS.ID - Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menyatakan perempuan harus menjadi manusia mandiri untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Hal itu dikatakan Airin saat menjadi narasumber Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) saat mengelar Talkshow dengan tema ‘Memandirikan Perempuan yang Berhadapan dengan Hukum', Kamis (25/4/2019). 

”Perempuan sekarang harus adaptif dengan perubahan zaman. Apalagi teknologi yang terus berkembang pesat,” katanya

Bukan itu saja, Airin juga menyebut perempuan masa kini harus dinamis guna menjadi benteng terbaik bagi keluarga dari perkembangan budaya luar.

”Makanya, perempuan harus terus bisa berkembang selain bertanggungjawab dengan keluarganya,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri beberapa tokoh perempuan yang inspiratif menjadi narasumber, yakni Tri Palupi, Miranda Goeltom, Anna Maria (desainer), serta pemandu acara Anie Rachmi. Talkshow ini juga merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan kegiatan ini selain memperingati Hari Bakti Pemasyrakatan, Sekaligus Peringatan Hari Kartini menjadi sebuah momentum tepat untuk merefleksikan peranan penting perempuan dalam kemajuan sebuah bangsa. 

”Perempuan yang saat ini tengah menjalani masa hukuman dan juga pembinaan diharapkan dapat menjadi sebuah titik balik kehidupan mereka untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya 

Utami menambahkan kemajuan positif yang dialami warga binaan perempuan tidak sebatas baik bagi dirinya sendiri, namun juga diharapkan dapat turut serta memberikan kontribusi aktif dan positif dalam pembangunan bangsa. 

"Hal ini sejalan dengan program pembinaan dalam lapas dan rutan yang fokus pada kegiatan pembinaan kemandirian guna meningkatkan kemampuan diri (life skills) dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya melalui pelatihan keterampilan dan kemandirian," jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal keahlian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga ketika warga binaan perempuan nantinya sudah bebas dari masa hukuman dan kembali ke masyarakat.
(*/ak)