Penyampaian Visi-Misi Capres Batal, Pengamat Nilai KPU Masuk Angin

Penyampaian Visi-Misi Capres Batal, Pengamat Nilai KPU Masuk Angin
Penyampaian Visi-Misi Capres Batal, Pengamat Nilai KPU Masuk Angin
(Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Maraknya perbincangan warganet tentang bocoran kisi-kisi pertanyaan para capres, hingga dibatalkannya paparan visi-misi para paslon yang rencananya akan di adakan tanggal 9 Januari mendatang, membuat masyarakat bertanya tentang netralitas KPU.

Diketahui bahwa Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menginginkan Paslon secara langsung yang menyampaikan visi-misinya. Namun Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf meminta cukup diwakili tim sukses, hal ini berujung batalnya KPU memfasilitasi paparan para paslon ini. 

Melihat hal ini pengamat komunikasi politik Tamil Selvan mengatakan bahwa seharusnya calon yang berkompetisilah yang menyampaikan bahan-bahan pemikiran dan programnya secara langsung.

Kata Tamil, hal ini akan menunjukan keseriusan para paslon dalam memperjuangkan masa depan rakyat indonesia, dan tentu menunjukkan bahwa visi-misi itu merupakan hasil pemikiran mereka bukan karangan tim sukses.

"Yang berkompetisi adalah para paslon, maka seyogyanya mereka yang menyampaikan hal ini (visi-misi) sebagai bukti keseriusannya" ujar pria yang akrab disapa Kang Tamil ini, Selasa (8/1/2019).

Selanjutnya Kang Tamil mengatakan bahwa KPU nanti dinilai masyarakat bersikap kurang bijak dengan batal memfasilitasi paparan visi-misi tersebut. Hal ini membuat KPU seolah tidak punya ketegasan dan cenderung memihak ke salah-satu calon.

"Seharusnya KPU berpedoman pada undang-undang dan peraturan yang berlaku, serta menunjukkan sikap yang menjunjung netralitas. Jika begini, rakyat akan ragu apakah KPU berpihak?," ujar Kang Tamil

Menurut catatan Kang Tamil, bukan kali ini saja KPU dinilai tidak bersikap bijak. Pada 23 September 2018 ketidaktegasan KPU ditunjukan pada deklarasi kampanye damai, dimana partai-partai pengusung para paslon diminta untuk tidak membawa atribut partai. Namun partai pengusung paslon no. urut 01 membawa atribut dengan megahnya namun KPU tidak memberikan sangsi, sehingga membuat SBY dan Zulkifli Hasan walk out dari acara itu.

"Poin-poin yang dinilai berat sebelah ini membuat masyarakat beropini seolah-olah KPU berpihak kepada paslon no urut 01. Ini yang harus diluruskan oleh KPU," ujar Kang Tamil.

Kedepan masyarakat Indonesia akan dihadapkan dengan beberapa kali debat terbuka para paslon, KPU masih punya waktu untuk memperbaiki intergritasnya.

"Jangan sampai sikap plin-plan KPU ini membuat masyarakat curiga jika pasangan Jokowi-Maruf memenangkan pilpres 2019 ini. Saya kira ini harus segera diluruskan agar tidak menjadi opini liar," tutup Kang Tamil. (hm)