Pengadaan Bus Anggrek Disoal, Dishub dan Komisi III DPRD Tangsel Kompak Bungkam

Pengadaan Bus Anggrek Disoal, Dishub dan Komisi III DPRD Tangsel Kompak Bungkam (Nonstopnews.id)

TANGSEL - Pengadaan bus anggrek oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel dianggap rawan penyelewengan. Bagaimana tidak, anggaran Rp 1,2 miliar/unitnya, hingga kini tidak jelas keberadaan dan fungsi dari bus tersebut.

Belum lagi, anggaran perawatan dan operasional yang terus dikeluarkan oleh dinas terkait, membuat pengadaan bus terkesan membuang-buang uang saja.

"Busnya saya sering lihat di kawasan Rawa Buntu. Itu muter-muter aja tanpa ada penumpang. Apa ngga buang anggaran itu namanya. Operasional pasti jalan terus, buat bensin, sopir," kata Kemal salah seorang warga yang ditemui di sekitar Stasiun Rawa Buntu, Jumat (24/8/2018).

Menanggapi hal itu, Koordinator Divisi Advokasi dan Investigai TRUTH, Jupri Nugroho, mengatakan keberadaan Bus Trans Anggrek yang berjumlah lima unit sejak tahun 2015 lalu, justru disinyalir dipergunakan tidak semestinya. Jam operasional di waktu-waktu sibuk, dinilai sebagai pembohongan publik.

"Anggaran yang dikeluarkan dari APBD sebesar Rp 1,25 miliar untuk satu unit, jika dijumlahkan dengan 5 bus maka total yang keluar dari APBD adalah sebesar Rp 6,25 Miliyar. Pembagian waktu opersional pada jam sibuk cuma tipu-tipu. Malah sering dipinjam dan itu ga gratis," kata Jupri lewat pesan whatsappnya.

Setiap bus Trans Anggrek melintas jarang sekali calon penumpang naik sehingga suasananya kosong atau sepi.

Menurut dia, akibatnya saat bus tersebut mencari calon penumpang selalu kewalahan saat melewati badan jalan yang sempit karena bus terlalu besar. “Yang jelas keberadaannya perlu dievaluasi lagi sehingga maksimal dipergunakan,” tuturnya.

Dikonfirmasi terkait anggaran operasional dan perawatan terhadap kelima bus tersebut, Dinas Perhubungan masih belum memberikan jawaban, begitu pula sikap Komisi III DPRD Kota Tangsel. Keterangan kedua instansi tersebut akan dipublikasikan, saat sudah memberikan komentar. (ak)