Pemkot Tangsel Bakal Tanam Modal ke BJB, Kok Bukan ke Bank Sendiri?

Pemkot Tangsel Bakal Tanam Modal ke BJB, Kok Bukan ke Bank Sendiri? (Re-branding bank BJB Tangsel beberapa waktu lalu/ist)

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan mengalokasikan anggaran dalam bentuk penyertaan modal sebesar 9,99 milyar ke Bank BJB.

Alokasi anggaran tersebut dilakukan melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tentang penyertaan modal kepada perseroan terbatas Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), yang akan dibahas dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tahun ini.

Dijelaskan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangsel Warman Sanudin, bahwa rencana penyertaan modal ini sudah ada sejak tahun 2015 lalu. Namun baru tahun 2018 rencana tersebut kembali disusun, dan di tahun ini naskah akademik Raperda nya tengah digodok di bagian hukum Sekertariat Daerah Pemkot Tangsel.

Dia mengatakan, penyertaan modal ke Bank BJB bukan penawaran dari Pemkot Tangsel, melainkan berdasarkan kepada keterikatan kerjasama antara kedua belah pihak.

“Penyertaan pada Bank BJB ini bukan penawaran kita, tetapi diberikan tanpa pemesanan, dan itu penyertaan modal itu, kan istilanya untuk keterikatan kita yang selama ini. Pemkot Tangsel bersama-sama pemda yang lain menjadi peserta penyertaan modal di BJB,“ katanya, saat ditemui diruangannya, di kantor BPKAD, di Pusat Penerintahan Kota Tangsel Gedung I lantai 6, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Jum’at (6/9/2019).

“Maksudnya bukan penyertaan modal, kita sudah masuk MoU dan persiapan penempatan modal mungkin berbentuk nanti deposito atau apa, kan itu mah tergantung dari daerah penyertaan itu,” tambahnya.

Terpisah, manager oprasional Bank BJB kantor cabang Kota Tangsel Angga Permana mengungkapkan, bahwa rencana penyertaan modal itu merupakan ekpansi bisnis dari Bank BJB

“Karena kita untuk ekspansi bisnis, selain kita menggarap dari dana yang pihak ketiga kita juga sebagai perseroan terbatas dimungkinkan untuk menshare sahamnya ke publik. Dari situ harapannya ada setoran dana ke kita, dalam hal ini, kita menawarkan ke pemerintah daerah, itu nanti akan digunakan sebagai penguatan modal sendiri bagi BJB, nanti buat apa, nanti kita salurkan buat dana kredit, biar nanti lebih tumbuh lagi, intinya buat ekpansi bisnis kita lah,” terangnya, diakntor Bank BJB Cabang Tangsel, Jalan Letnan Seotopo BSD City, Serpong, Rabu (11/9/2019).

Dia juga menjelaskan, bahwa bentuk penyertaan modal itu direalisasikan dalam bentuk sekitar 5 juta 2 ribu lembar saham, dimana harga perlembar sahammnya ialah 1900 rupiah, dengan jumlah total alokasi anggaran sekitar 10 milyar.

Menanggapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis), Adib Miftahul mengatakan, penyertaan modal tersebut harusnya lebih mengutamakan kepentingan BUMD lokal terlebih dahulu.

"Kan masih ada Bank Banten. Bank nya Banten kan itu. Sayogyanya mengutamakan yang katakanlah keluarga sendiri dulu," kata Adib.

Apalagi kata Adib, bank Banten sendiri masih perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di Banten, termasuk pemkot Tangsel.

"Ini BUMD (bank Banten) yang dekat saja ada, ngapain jauh-jauh. Saya kira, basic kebijakan bisnis pemkot harus dimulai dari hal yang terpenting dahulu," tambahnya. (ak)