Pemilu 2019, Diskominfo Tangsel Himbau Waspadai Hoak dan Ujaran Kebencian

Pemilu 2019, Diskominfo Tangsel Himbau Waspadai Hoak dan Ujaran Kebencian ((Dok. Diskominfo Tangsel) )

TANGSEL - Maraknya informasi palsu (hoak) dan ujaran kebencian (hate speech) menjadi kekhawatiran banyak pihak. Hoak tak hanya bisa menyesatkan publik namun juga dapat mengganggu kerukunan dan keharmonisan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi, Komunikasi dan Kehumasan pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Irfan Santoso, mengatakan maraknya hoak yang beredar saat ini merupakan fenomena baru yang berdampak sangat luas, sehingga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Kita akan menghadapi pesta demokrasi, tentunya harus didukung situasi yang aman dan kondusif. Agar agenda nasional ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” ungkap Irfan dalam diskusi kelompok masyarakat (Forum Group Discussion/FGD) yang diselenggarakan oleh Polres Tangsel, di Mapolres Tangsel, Kamis (1/11/2018).

Dalam sudut pandang pria berkacamata ini, hoak adalah suatu kepalsuan yang sengaja dibuat untuk menyerupai atau menyaru seolah-olah menjadi sebagai kebenaran dengan tujuan tertentu. 

Lebih lanjut lagi disampaikannya, bahwa hoak lebih banyak menyebar melalui kanal media sosial, sementara isu paling banyak yang dikemas menjadi hoak biasanya mencakup perihal politik, SARA (Suku, Agama dan Ras) dan masalah kesehatan.

Irfan juga berharap, peran pembinaan masyarakat (Binmas) melalui institusi kepolisian lebih ditingkatkan dengan memberi pembinaan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya hoak dan ujaran kebencian tersebut. 

Ia juga berharap, masyarakat semakin paham konsekuensi hukum bagi para pelaku pembuat dan penyebar hoak berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang telah direvisi menjadi UU RI Nomor 19 tahun 2016.

“Saya berharap dengan adanya FGD ini, unit Binmas bisa terjun ke masyarakat memberikan pembinaan atau edukasi tentang hoak dan hate speech. Agar masyarakat tidak terhasut oleh isu bohong, khususnya di tahun politik ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kanit Binmas Polres Tangsel Ipda Hartoyo, menjelaskan, secara pribadi dirinya mengajak secara bersama-mana mencari cara untuk mewujudkan Kamtibmas melalui penyampaian informasi bahaya hoak.

“Di tahun politik, mari kita hindari berita hoak.” tegasnya.

Tambah Kanit Binmas, peran serta masyarakat sangat membantu dan menentukan dalam rangka menekan hoak dan ujaran kebencian. 

"Masyarakat sebagai agen perubahan mempunyai kontrol kepada keluarga, tetangga atau teman. Ini juga menjadi langkah efektif menekan hoak," tandasnya.  (ADVERTORIAL