Pembuatan Girik 1,5 Juta, Lurah Cempaka Putih: Ga Pernah Ada Permohonannya

Pembuatan Girik 1,5 Juta, Lurah Cempaka Putih: Ga Pernah Ada Permohonannya (Nonstopnews.id)

TANGSEL - Sengketa lahan yang melibatkan 7 ahli waris dengan UIN Syatif Hidayatullah, hingga kini belum diketahui oleh aparatur Kelurahan Cempaka Putih.

Mengenai delik permasalahan, Lurah Cempaka Putih, Tarmizi mengaku belum mengetahui detail masalah tersebut.

"Waduh maaf, saya belum bisa coment. Karena saya belum tau persis permasalahannya," kata Tarmizi saat dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya, Kamis (23/8/2018).

Berdasarkan keterangan Kuasa Hukum ketujuh ahli waris, Mahyuni Harahap bahwa, pihaknya sempat mengajukan permohonan pembuatan girik, kepada pihak Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur.

Terkait permohonan tersebut, Tarmizi menegaskan pihaknya belum pernah menerima pengajuan apapun, terlebih permohonan pembuatan girik.

"Ke saya ga ada permohonan apa-apa, setahu saya. Belum pernah ada yang menghadap saya," tegasnya.

Sebelumnya, Mahyuni Harahap menyatakan, pihaknya sudah pernah mengajukan pembuatan girik di tahun 1983, ke kelurahan setempat, dengan nominal Rp. 1,5 juta, per orang.

"Tahun 1983 kita pernah mengajukan pembuatan girik atas nama para ahli waris. Tapi dihentikan, saya ngga tau kenapa diberhentikan oleh pihak kelurahan. Padahal, para ahli waris sepakat membayar Rp. 1,5 juta untuk pembuatan giriknya. Itu (Rp. 1,5 juta) per orang yah," kata Mahyuni. (ak)