Pembangunan Mal 11 Lantai di Pondok Aren Diduga Kangkangi Perda, Lah Kok Bisa? 

Pembangunan Mal 11 Lantai di Pondok Aren Diduga Kangkangi Perda, Lah Kok Bisa?  (Istimewa)

TANGSEL - Pembangunan Bintaro Embarcadero, kawasan super blok yang rencananya terdiri dari mal, apartemen, dan rumah sakit yang terletak di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, terus berjalan hingga kini.

Padahal, dengan belum disahkannya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) oleh Pemkot, seharusnya dalam membuka usaha toko modern, berskala mal belum bisa dilakukan di wilayah Tangsel. 

Pantauan Nonstopnews.id dilapangan,  Kamis (13/9/2018), tampak para pekerja sibuk di proyek yang dimiliki PT. Gunung Halimun Elok tersebut. Disitus jual beli online, proyek super blok ini sudah banyak ditawarkan dengan mengatasnamakan Developer Lippo. 

Mengkonfirmasi hal tersebut, Kepala Bidang Perizinan pada DPMPTSP Tangsel, Maulana Prayoga, berjanji akan memanggil pengembang Bintaro Embarcadero. 

"Nanti kita akan meminta keterangan mereka membangun seperti apa sih, yang jelas gini, mereka sudah memiliki IMB, mereka sudah bisa membangun sebenarnya, cuman kita memastikan ini fungsinya sesuai dengan IMB atau tidak," kata Kepala Bidang Perizinan pada DPMPTSP, Maulana Prayoga, saat ditemui diruangannya, Rabu (12/9/2018).

Terpisah, menurut salah seorang staf Kelurahan Pondok Pucung, bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang), Syafrudin membenarkan bahwa di wilayahnya akan dibangun apartemen, mal dan rumah sakit diatas lahan seluas kurang lebih 2 hektar.

"Pembangunan rumah sakit 18 lantai, mal 11 lantai dan apartemen 36 lantai kalau tidak ada perubahan ya, ini gedung tertinggi di Tangsel nantinya," jelas Syafrudin saat ditemui di Kantor Kelurahan Pondok Pucung.

Sementara itu,  dikonfirmasi terpisah, Paulus yang mengaku sebagai Humas Proyek Pembangunan Embarcadero Pavilion mengatakan, bahwa terkait semua perizinan pembangunan proyek tersebut sudah lengkap. 

"Iya sudah ada, sedang dibangunkan kan. Semua ijin sudah lengkap ya mas ya, " ujarnya saat dihubungi melalui telepon beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, untuk pembangunan sebuah pusat perbelanjaan modern atau mal di Kota Tangsel sementara ini belum bisa dilakukan, karena bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sampai saat ini Rencana Detail Tata Ruang Wilayah (RDTRW) nya masih dalam kajian.

Disisi lain, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Selatan Nomor 4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan perizinan dan pendaftaran usaha perindustrian dan perdagangan bagian kelima tentang Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) Pasal 86 ayat 1 mengatur, setiap lokasi pendirian Toko Modern wajib mengacu pada RTRW, RDTRW dan Peraturan Zonasi. (ak)