Pejabat Tangerang Raya Segera Digarap Penegak Hukum, PPATK Temukan Ribuan Transaksi Mencurigakan Mulai 2011 

Pejabat Tangerang Raya Segera Digarap Penegak Hukum, PPATK Temukan Ribuan Transaksi Mencurigakan Mulai 2011  (Istimewa)

SERANG - Sebanyak 15.458 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) di Banten berstatus mencurigakan. Data tersebut terungkap dalam Diskusi Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme di Aula Bank Indonesia Perwakilan Banten, Kamis (29/11/2018).

Menurut Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae, menyebutkan bahwa data LKTM tersebut diambil dari kurun waktu tahun 2011 hingga Oktober 2018.

“Laporan yang masuk transaksi mencurigakan cukup lumayan jumlahnya. Banten berada di ranking ke 4 di Indonesia," katanya. 

Dian menjelaskan mayoritas transaksi mencurigakan terjadi di wilayah yang tingkat perekonomiannya dinamis seperti Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. 

Kemudian mayoritas laporan terkait transaksi pada bank umum sekitar 11.391 LTKM atau 74% dari 15.458 LTKM.

Para pelaku yang melakukan tindak pencucian uang terjadi pada semua profesi seperti pejabat pemerintah, tokoh politik, pegawai swasta, pengusaha dan pedagang. Menurutnya Banten ini termasuk wilayah zona merah dalam melakukan pencucian uang.

“Di situ ada korupsi, narkoba, perjudian dan penipuan. Dan ini mengharuskan untuk lebih waspada dan meningkatkan kita berupaya melakukan pencegahan pemberantasan terhadap money loundry-nya. Sebab kalau nanti terbukti ada tindak korupsi dan kita harus menindaklanjutinya agar uang negara bisa diselamatkan,” ujarnya.

PPATK merilis bahwa Provinsi Banten diurutan keempat dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia tentang Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) dengan total dari tahun 2003 sampai Oktober 2018 ada sebanyak 414.299 LTKM dengan pasca UU TPPU sebanyak 350.375 LKTM. Dan Banten sebanyak 15.458 LKTM atau posisi Provinsi Banten urutan keempat, dengan trend dari tahun 2010 sampai Oktober 2018 semakin meningkat sebanyak 15.458 LKTM.

Dengan temuan ini, Dian Ediana menjadi catatan bagi pihak berwajib untuk ditindak lanjuti. 

"Tapi kalau kita lihat jenis kejahatan yang dilaporkan ini cukup serius yang harus ditindaklanjuti oleh para penegak hukum di Banten,” harapnya.

Lanjut Dian, untuk total nominal transaksi LTKM di Banten lebih dari Rp6,80 triliun dengan nominal transaksi tertinggi mencapai Rp1.630.077.999.996. (*/red)