PDIP Tangsel Akan Tempuh Jalur Hukum Bagi Penebar Fitnah dan Hoax

PDIP Tangsel Akan Tempuh Jalur Hukum Bagi Penebar Fitnah dan Hoax (Kb-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Menjelang dan memasuki penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020, perang informasi semakin masif di media sosial. Berbagai fitnah, informasi hoax, dan ujaran kebencian disebarkan untuk menjatuhkan para lawan politik.

Tak jarang informasi sesat yang sudah lawas pun kadang diproduksi ulang agar bisa digunakan kembali untuk menyudutkan lawan. Termasuk di Kota Tangsel yang sedang menggelar Pemilihan Walikota dan Wakil walikota Tangerang Selatan.

Tim Hukum DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan pada hari Senin, 6Juli 2020 kemarin telah melaporkan dua pemilik akun Facebook ke Polres Tangsel. Kedua pemilik akun tersebut berkomentar dan menulis status Facebook yang mengandung ujaran kebencian terhadap Megawati Soekarno Putri dan PDI Perjuangan.

“Setelah mereka menebar hoax dan melakukan ujaran kebencian terhadap ketua umum dan partai kami, kini mereka mulai menyasar kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang Selatan,  yaitu dengan melakukan Fitnah yang Keji dan tidak mendasar, dengan menyebutkan bahwa Fraksi PDIP Tangsel telah melakukan Kebohongan Publik soal sumbangan gaji,"

“Kami menyatakan tidak terima dan keberatan atas tuduhan tersebut," ujar Drajat Sumarsono, anggota Fraksi PDIP di Ruang Komisi I DPRD Tangsel, Rabu (7/7/2020).

“Mereka tidak pernah mendatangi dan juga tidak pernah bertanya kepada kami atau 'Tabayun', tiba-tiba mereka langsung membuat pernyataan di media, ada apa ini? Jelas ini dilakukan hanya untuk memframing dan memfitnah kami. Perbuatan seperti ini bisa merusak tatanan demokrasi," ujanya lagi.

Drajat menerangkan, bahwa fitnah dan hoak  bisa merusak peradaban. Karena hoak ibarat racun, kalau setiap hari konsumsi berita bohong dan fitnah itu bisa jadi sakit.

"Sebagai bentuk peringatan kepada si penebar fitnah, bila mereka masih mengembangkan narasi-narasi fitnah tersebut, maka kami tidak segan-segan akan bertindak tegas dan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan nya kepihak yang berwajib," pungkas Drajat. (kb)