Pasien Penderita Jantung di RSUD Cilegon Dilayani 'Diplomasi' Pisang dan Ubi Rebus

Pasien Penderita Jantung di RSUD Cilegon Dilayani 'Diplomasi' Pisang dan Ubi Rebus (Istimewa)

CILEGON - Sebulan belakangan ini, ada pelayanan yang berbeda di RSUD Cilegon, tepatnya di unit pelayanan poli jantung. Setiap pasien mendapat pelayanan ‘khusus’ yang dapat menumbuhkan kepercayaan untuk mencapai kesembuhan.

Setiap pasien yang diperiksa di poli jantung RSUD Cilegon tidak hanya mendapat perawatan fisik, melainkan pelayanan psikologis.

Seperti yang terlihat Jumat (9/11/2018), para perawat Poli Jantung RSUD Cilegon menyuguhkan sarapan dan air minum, serta makanan kecil seperti pisang, ubi rebus dan camilan lainnya.

Dokter penanggung jawab di Poli Jantung RSUD Cilegon adalah dr. Siska Yulianti. Ia mengatakan, di hari jumat, pihaknya berupaya berbagi kepada pasien, termasuk berbagi kasih sayang.

"Jumat barokah, kami ingin berbagi dengan pasien. Selain menumbuhkan kepercayaan pasien, secara psikologis kami ingin menambah kepercayaan diri pasien untuk sembuh," ujar dr. Siska.

Begitu pun diungkapkan Darmawan, salah seorang perawat yang mengurusi pasien di poli jantung.

Menurutnya, membangun hubungan baik dan kepercayaan antara dokter dan pasien, berpengaruh terhadap proses perawatan dan bisa menjadi faktor kesembuhan pasien.

Perawat lainnya, Yanthi Yulianti, mengatakan, makan ringan dan sarapan sengaja disiapkan oleh dokter dan perawat untuk pasien yang sedang menunggu giliran diperiksa.

"Menjaga hubungan dan sedikit berbagi rezeki untuk para pasien. Kalau saya hanya pelaksana saja," ucapnya.

Sementara itu, seorang pasien yang enggan disebutkan namanya mengakatakan, contoh keteladanan dari dr. Siska dan para perawat di Poli Jantung RSUD Cilegon patut diacungi jempol.

"Semoga dapat diikuti poli-poli yang lain, karena di balik makanan kecil yang diberikan, tersimpan komitmen pada pelayanan. Sehingga kelak dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan rumah sakit pemerintah," tuturnya.

"Kami sebagai pasien, tentunya juga berharap Jumat barokah dapat menjadi tradisi di berbagai instansi pemerintah. Sehingga kepercayaan dan kasih sayang antara yang melayani dan dilayani terjalin baik," tambahnya. (*/red)