Pasca TP4D Bubar, Ini Cara Kejari Awasi Proyek Pembangunan di Tangsel

Pasca TP4D Bubar, Ini Cara Kejari Awasi Proyek Pembangunan di Tangsel (Kepala Kejari Tangsel, Nur Erlina (kanan) didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Tangsel, Muhamad Taufik Akbar, saat berbincang santai dengan Nonstopnews.id, Senin (24/2/2020)/kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Meski Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) telah resmi dibubarkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) memastikan tidak berpengaruh pada pengawasan program-program pembangunan, terutama pada proyek pembangunan fisik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti disampaikan oleh Kepala Kejari Tangsel, Nur Erlina Sari, bahwa fungsi TP4D beralih ke seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), dan seksi Intelijen.

“Meski TP4D tidak ada, kita punya tugas fungsi (Tusi) Datun dan Tusi Intel. Seperti pendampingan ada di seksi Datun, pengamanan ada di Intel, sebetulnya tidak masalah mau ada atau tidak TP4D nya. Tujuannya agar pembangunan di Kota Tangsel tidak mandek, artinya tetap berjalan sesuai dengan perturan dan aturan-aturan yang berlaku. Kita selaku penegak hukum tetap menggiring supaya jangan terjadi kesalahan-kesalahan dalam pembangunan tersebut,” terangnya, di Kantor Kejari Tangsel, Jalan Promoter, BSD City, Serpong, Senin (24/2/2020).

Di ungkapkannya, bahwa selama ini program pembanggunan fisik di Tangsel berjalan baik-baik saja. Erlina Sari menyampaikan mengenai teknis pengawasan di Kota yang memang marak dengan isu-isu tindak korupsi di sektor pembangunan fisik.

“Kalau kita kan, misalkan mereka itu, sudah seperti yang lalu-lalu, kalo emang udh berjalan, dan kalau tidak ada laporan dan tidak ada temuan, berarti ya kita ya, berartikan fine-finebaja, lurus-lurus saja,” ujarnya.

“Jadi begini, kita di Kejaksaan ini ada pos pengaduan masyarakat secara online, Kalau pun memang ada, ada laporan masyarakat silahkan laporkan aja. Ini salah satu bentuk ke aktifkan kita. Artinya kita tetap ke lapangan, tapi kan enggak mungkin kita sampaikan di sini,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tangsel, Muhamad Taufik Akbar, memotong pembicaraan Erlina, yang tengah memberi keterangan kepada sejumlah insan pers.

Sambung Erlina, secara yuridis dan bersifat normatif, pendampingan program pembangunan fisik berada di seksi Datun. Lebih lanjut, pihaknya hanya menunggu laporan adanya penyimpangan maupun temuan terhadap suatu proyek pembangunan.

“Kalau secara fisik, kami bukan ahli bangunan, berarti kan kami tunggu mendapat laporan. Kalau misal terjadi penyimpangan bangunannya, mana tau kami semen ukurannya sekian-sekian, kalau sudah ada laporan baru kami yang menindak lanjuti,” pungkasnya. (Kibo)