Papan Proyek Gedung Arsip BPN Tangsel 'Diumpetin', Warga Kepo Nih Pak Kakanwil?

Papan Proyek Gedung Arsip BPN Tangsel 'Diumpetin', Warga Kepo Nih Pak Kakanwil?
Papan Proyek Gedung Arsip BPN Tangsel 'Diumpetin', Warga Kepo Nih Pak Kakanwil?
(Papan berisi informasi proyek ditutup lakban/ari-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membangun gedung tiga lantai di area kantor BPN Tangsel, Serpong,  Kota Tangsel. Gedung tiga lantai itu nantinya bakal menjadi tempat arsip. Peletakan batu pertama dihadiri walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, beberapa waktu lalu.

Namun, kejanggalan dalam pembangunan gedung yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut mulai nampak sejak proses awal.

Bagaimana tidak, papan proyek sebagai salah satu alat untuk diketahui publik, justru berada didalam lokasi pembangunan yang sudah ditutupi seng, bahkan tidak hanya itu, nilai kontrak proyek dan keterangan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sengaja ditutup oleh lakban berwarna hitam.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Djaka Badranaya menyatakan bahwa ada upaya untuk menutup-nutupi keterangan yang seharusnya menjadi hak publik.

"Ya kalau bicara teknis sepatutnya papan proyek itu seperti apa saya tidak terlalu paham, tetapi kalau letak papan proyek pembangunan yang dananya dari APBD, ada didalam, terus nilai kontrak dan penggunaan APBD tahun berapanya ditutupin lakban, jelas ada indikasi menutupi informasi," kata Djaka saat dihubungi Nonstopnews.id (Nonstop Merdeka Group), Selasa (23/7/2019).

"Informasi yang seharusnya menjadi hak masyarakat, karena pembiayaannya dari pajak rakyat, harusnya dibuka yang selebar-lebarnya. Apa ada? Kok sampai papan proyek saja ditutupi," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Kota Tangsel, Wartomo belum dapat dimintai keterangannya.

Seperti diketahui sebelumnya, Gedung baru ini akan menjadi tempat menyimpan berkas bidang pertanahan milik Kantor Pertanahan setempat.

Pembangunan ini bersumber pada Dipa 2019 yang merupakan dana hibah Kota Tangsel tahun 2018. Dalam hibah disebutkan, selain gedung, kegiatan PTSL sebanyak 30.000 bidang turut terdata dengan nilai pembiayaan total hingga Rp16 miliar. (Ak)