Pabrik Aki Rumahan Marak, Udara di Serpong 'Beracun'

Pabrik Aki Rumahan Marak, Udara di Serpong 'Beracun' (Istimewa)

TANGERANG - Jika Anda tinggal di kawasan Tangerang mulai sekarang sebaiknya waspada. Sebab, kawasan yang banyak terdapat lokasi perumahan itu sudah tercemar.

Dampaknya, anak-anak dan balita bisa cacat permanen dan gangguan penapasan alias ISPA. Pencemaran disebabkan, maraknya tempat atau pabrik peleburan aki bekas liar di perbatasan kabupaten Bogor dan kabupaten Tangerang.

Hal itu dikatakan Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Senin (3/12/2018) lalu. 

Kawasan yang parah ada di Cinangka, Lebak Wangi, Parung Panjang, Curug, Cisauk dan Pasar Kemis.

"Sejak tahun 2001 tingkat pencemaran udara di wilayah Serpong rata-rata mencapai 1,8 hingga 6 mikrogram per meter kubik, atau sekira 30 kali lipat dari batasan yang diberikan organisasi kesehatan dunia WHO, yakni hanya 0,2 Mikrogram per meter kubik," ujarnya. 

Menurut dia, aki bekas yang terdiri dari tiga komponen di dalamnya, seperti wadah plastik, H2SO4 yang sangat bernilai dan timbal sebagai komponen bernilai untuk dijadikan bahan baku aki, solder, bandul jala dan lainnya.

"Dampak dari pencemaran timbel mulai dari ISPA, hingga kecacatan fisik yang telah diteliti dari referensi Amerika dan Australia dan menurut acuan WHO angka rata-rata partikel polusi di Serpong angkanya 1,8 sampai 6 melebihi mikrogram," imbuhnya. 

Sementara itu, AKBP Jarot Setiyoso, Kanit Subdit 2 Ditipidter Bareskrim Polri menjelaskan, Ia cukup lama melakukan upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) sesuai dengan UU 32 nomor 2009 dan Pasal 112 UUPPLH 2009.

"Pelanggar pencemaran udara bisa diadili dengan ancaman pidana 2 tahun dengan denda Rp 2 miliar. Karena itu, setuju jika pelebur dikumpulkan dan melakukan pengelolaan dengan regulasi yang baik," kata Jarot.  (radarnonstop)