Kok bisa.! Di Tahun 2013 BCA Halalkan Pembukaan Dua Account Data yang Sama

Kok bisa.!  Di Tahun 2013 BCA Halalkan Pembukaan Dua Account Data yang Sama ()

TANGSEL -Bergulirnya permasalahan dua nasabah yang memiliki satu nama account  yang sama, terjadi di Bank Central Asia (BCA), menjadi sorotan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Tangsel.

Dugaan penyalahgunaan data tersebut terjadi pada nasabah bernama Nadia Lisa Rahman, saat hendak meminta dibuatkan mobile banking di rekening miliknya.

"Bahwa pada tanggal 3 Juli 2018 Pemohon (Nadia Lisa Rahman) mendatangi Kantor Cabang Pamulang untuk mengganti kartu lama dengan yang baru. Kemudian mengambil antrian registrasi dan bertemu dengan CSO bernama Kissy Mariana Lumanaw untuk registrasi BCA banking di smartphone Pemohon. Saat mengecek persamaan data, CS sempat terlihat bingung karena foto dan tanda tangan berbeda. Semua data yang ada adalah murni milik Pemohon," kata Nadia kepada Nonstopnews.id, Kamis (23/8/2018).

"Menurut data dari CS, selain tandatangan dan foto, ada lagi perbedaan pekerjaan wanita dengan nama sama seperti Pemohon, yakni Nadia Lisa Rahman, sebagai pemilik Nadia Salon (diketahui dari CS dan Form Pembukaan Rekening yang pemohon lihat) dan nama ibu kandung yang berbeda," tambahnya.

Nadia Lisa selaku pemohon mengatakan bahwa, apa yang disampaikan pihak Bank BCA berbelit-belit dan janggal.

"Ya nanti kan majelis hakim akan memanggil para saksi ahli, diantaranya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, disitu nanti juga akan terlihat," singkat Nadia.

Dilain sisi, Perwakilan Bank BCA Provinsi Banten selaku termohon yang didampingi oleh kuasa hukum, membacakan tanggapan gugatan dari pemohon pada sidang yang digelar di Gedung I, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel.

Dalam pembacaan tanggapan, para termohon/pelaku usaha dalam hal ini BCA, menolak dengan tegas seluruh dalil pengaduan pemohon kecuali yang secara tegas diakui para termohon/pelaku usaha.

"Pada saat nasabah hendak membuka Mobile Banking, ketika kita klik namanya Nadya dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ada data yang berbeda, dan kita coba untuk verifikasi, kenapa ada perbedaan data. Ketika di cek teryata, ada pembukaan rekening dengan menggunkan KTP Nadya di Alam Sutera, Cuma, pada tahun 2013 pembukaan rekening di BCA itu belum ada pengambilan foto data, masih data data manual pak," ujar salah seorang Kuasa Hukum Bank BCA, Felisia.

"Ketika tahun 2015 ada sosok bahwa pembukaan rekening pake KTP Nadya, dengan nama sama, NIK yang sama, nanti kita buktikan. Karena waktu itu Kantor Cabang BCA di Alam Sutera menerima nama sama dan nomor NIK sama dan alamat sama, jadi akhirnya kita update data pak, untuk kekinian data, dan pada waktu itu kita belum bisa mengambil data dari Cabang Pamulang karena tahun 2013 belum sistem online, masih manual makanya kita proses," tuturnya.

Dalam penjelasan lanjutan, pihak BCA mengakui, pada tahun 2013 pihaknya melegalkan pembukaan dua rekening di cabang berbeda, selama pemakaiannya dengan data yang sama.

 "Misalnya saya buka di cabang A dan saya buka lagi dicabang B juga bisa, dulu begitu, Nadya yang buka di cabang Alam Sutera ini dikira mungkin Nadya yang di cabang Pamulang pak, namun karena ada perbedaan, jadi datanya kita update, jadi cabang Alam Sutera mengupdate datanya," tambahnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan penggandaan data nasabah di Bank BCA, sebelumnya telah menjalani sidang pertama dengan agenda pembacaan tuntutan dari Pemohon yakni Nadia Lisa Rahma selaku Nasabah/Konsumen Bank BCA. (ak)