Ngeluh Soal Langkanya Air, Warga Graha Permata Cikupa Kompak Somasi Pengembang

Ngeluh Soal Langkanya Air, Warga Graha Permata Cikupa Kompak Somasi Pengembang (Brosur perumahan Graha Permata Cikupa (GPC)/ist)

NONSTOPNEWS.ID – Hampir seluruh penghuni di perumahan Graha Permata Cikupa (GPC), Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan kelangkaan air. Padahal, ketersediaan fasilitas air sudah dijanjikan sejak saat membeli unit rumah.

“Warga sangat membutuhkan air bersih, kami sebagai penghuni merasa keberatan karena air tidak ada,” ucap Yusman Nur salah seorang penghuni GPC di Blok A Nomor 1, saat dihubungi wartawan, Kamis (7/11/2019).

Saat ini, kendati pengembang sudah membangun water treathment plant (WTP) atau pengelolaan instalasi air bagi warga, tetapi secara kualitas tidak memenuhi unsur kesehatan. Air yang diterima warga berlumut. Apalagi kata dia, warga harus merogoh kocek lagi untuk mendapatkan air dari WTP.  

“Kualitas air (WTP) yang dihasilkan sangat buruk, malah informasinya tingkat kadar yang terkandung potensi membahayakan tubuh, apalagi kita dipungut biaya. Ini aneh, buruk pula kualitasnya tetapi harus bayar,” kata Yusman menegaskan.

Lokasi WTP juga dipertanyakan warga, pasalnya informasinya lahan itu disewa oleh pihak pengembang. Jadi tidak masuk dalam site plan. Dia dan warga lainnya artinya khawatir karena lokasi WTP diduga tidak masuk dalam fasos dan fasum perumahan. Artinya ketika semua unit rumah laku terjual, apakah WTP itu menjadi fasilitas fasos dan fasum warga GPC.   

Dia kembali menjelaskan, warga sudah merasa dirugikan, bahkan keluhan ini sudah beberapa kali disampaikan ke pihak pengembang. Tetapi hingga sekarang ini belum juga direalisasikan. 

“Dalam lembar brosur warga atau pembeli dapat sumur pantek plus mesin pompa semijetpump,” ungkapnya.

Maka itu, warga telah sepakat untuk melakukan upaya somasi kepada pengembang, sebab untuk meminta keadilan agar kebutuhan air semua penghuni dicarikan solusinya. (red)