Ngarep Hujan, PDAM Tirta Benteng Shalat Istisqo

Ngarep Hujan, PDAM Tirta Benteng Shalat Istisqo (Nonstopnews.id)

TANGERANG- Minim curah hujan, PDAM Tirta Benteng mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan standar akan air. Pasalnya, pendangkalan air Sungai Cisadene akibat Kemarau tahun ini sudah terlihat hingga 0,5 meter.

Sholat istisqo pun dilakukan di pelataran kantor PDAM Tirta Benteng. Shalat meminta hujan itu pun dipimpin langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, K.H. Edi Djunaedi dan seluruh pegawai PDAM TB. Bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT supaya diturunkan air hujan.

“Shalat Istisqo ini bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT. agar menurunkan hujan, karena hingga kini hampir seluruh wilayah di Indonesia, khususnya Kota Tangerang tengah dilanda kekeringan atau kemarau panjang,” terang Sumarya, Direktur Utama (Dirut) PDAM TB Kota Tangerang.

Sumarya menjelaskan, krisis air ini juga berdampak langsung pada menurunnya produksi air baku yang selama ini mengandalkan sungai Cisadane.

“Manusia hanya berikhtiar dan bersyariat, semoga shalat Istisqa ini bisa dikabulkan oleh Allah SWT, karena PDAM TB hanya mengandalkan sungai cisadane sebagai air baku,” terangnya.

“Efek Krisis air ini berdampak pada kwalitas dan kwantitasnya, sehingga agak mengganggu pada pengolahan produksi air bersih nya. Jadi kami memohon kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan, supaya tidak terganggu dalam pen supply air terhadap penggunaan jasa PDAM TB,” imbuhnya.(DL)