MRT Rute Lebak Bulus-Tangsel Masih Menunggu Investor

MRT Rute Lebak Bulus-Tangsel Masih Menunggu Investor ((istimewa))

JAKARTA - Perpanjangan rute Mass Rapid Transit (MRT) dari Lebak Bulus ke Tangerang Selatan masih menunggu skema pengelolaan dan pembiayaan. 

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabok (BPTJ) Bambang Prihartono, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, dan perwakilan PT MRT di hotel Sheraton, Gandaria City Jakarta, Selasa (30/10/2018).

"Kami berharap pihak swasta mau terlibat dalam pembiayaan proyek perpanjangan ini, karena MRT ini merupakan pembangunan non APBN," ungkap Bambang Prihartono. 

Keberadaan MRT ini kata Bambang, sebagai solusi untuk bersama-sama memikirkan solusi kedepan percepatan angkutan massal. 

"Saat ini perpindahan masyarakat ke angkutan umum sudah mencapai 35-40 persen, dengan adanya mode share target capaian bisa mencapai 85 persen," tambahnya. 

Sementara itu Benyamin Davnie menjelaskan, hasil studi komuter yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa 40 persen warga Tangsel bekerja ke DKI Jakarta. 

"Kebutuhan akan jasa transportasi massal sangat besar, jika tidak terpenuhi, tingkat kemacetan akan semakin tinggi akibat bertambah volume kendaraan," ujarnya. 

Untuk itu, kata Dia, Pemkot dituntut untuk menyediakan mode transportasi massal yang nyaman tetapi juga membutuhkan nilai investasi yang besar.

Rencananya nanti, rute perpanjangan jalur Lebak Bulus ke Tangsel akan melewati 11 stasiun pemberhentian. Mulai dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ),  UIN Syarif Hidayatullah, Pasar Ciputat, Pustekkom, stasiun Pondok Cabe, Pamulang Barat, Pondok Benda, Babakan, Puspitek, Rawa Buntu, dan berakhir di stasiun Tangerang Kota.
(ak)