Miris, Warga Gubernur Anies Banyak BAB Sembarangan

Miris, Warga Gubernur Anies Banyak BAB Sembarangan (Ilustrasi/Net)

NONSTOPNEWS.ID - Warga Jakbar yang tinggal di bantaran kali ternyata banyak yang tak punya WC. Mereka mengandalkan toilet umum yang ada. 

Di bantaran Kali Angke, Kedoya Utara misalnya warga setiap buang air besar atau BAB sering pakai kantong plastik. Lalu, kantong itu dibuang ke kali. 

"Kalau penuh toilet umum pakai kantong plastik. Biasa kami buang ke kali," aku warga setempat, Minggu (6/10/19). 

Toilet umum jika pagi dan sore selalu penuh. Para warga BAB sembarangan, karena tak mampu punya toilet sendiri.

"Kalau penuh mau gak mau dong sudah kebelet saya buang ke kali pakai kantong plastik," ucap bapak satu anak ini. 

Seperti diberitakan, warga Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, BAB sembarangan. Kotoran tidak dibuang ke septic tank, melainkan ke kali. Aksi jorok warga itu ternyata minimnya fasilitas toilet atau jamban layak pakai.

Kepala Sudis Kesehatan Jakarta Barat Kristi Watini menyampaikan, 214 Kepala Keluarga (KK) di 4 RW wilayah Tanjung Duren Utara belum memiliki jamban sehat.

"Kondisi terburuk paling banyak dialami warga di RT 15 RW 07 yakni 124 KK," kata Kristi seperti dilansir detikcom dari Antara, Sabtu (5/10/2019). Kristi menyampaikan itu dalam acara verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jakarta Barat Inad Luciawati Rustam Effendi menyayangkan perihal tersebut lantaran kawasan tersebut dekat dengan pusat kota Jakarta.

"Padahal dari kantor ini (Kelurahan Tanjung Duren Utara) masih terlihat Monas. Saya malu ada warga di sini BAB-nya sembarangan," ujar istri Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi itu.

"Ya itu memang PR (pekerjaan rumah) kita di Jakarta," kata Anies kepada wartawan di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (5/10/2019).

Anies mengatakan, jajarannya sedang berupaya mengatasi persoalan ini. Pihak ibu-ibu PKK juga sedang mengidentifikasi kampung-kampung mana saja di wilayah Jakarta yang belum memiliki jamban sehat.

"Dengan kita menggunakan pendataan bersama PKK, kita bisa mengidentifikasi sekarang kampung-kampung mana yang belum memiliki jamban yang lengkap. Masih banyak, jadi itu adalah PR-PR yang harus diselesaikan," ujar Anies.

"Selama ini pengumpulan datanya tidak mengandalkan masyarakat setempat. Sekarang dengan data dikumpulkan PKK, ibu-ibu PKK tahu persis rumah mana yang punya kamar mandi rumah mana yang tidak. Dari situ kemudian kita bisa bangun sama-sama," ucap mantan Mendikbud ini. (radarnonstop)