Minta Maaf ke Wartawan, FBR Deklarasi Damai

Minta Maaf ke Wartawan, FBR Deklarasi Damai (Kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) bersama sejumlah awak media atau wartawan, melakukan deklarasi damai di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di Jalan Promoter BSD City, Sabtu (7/12/2019).

 

Hal itu dilakukan, pasca terjadinya kesalahpahaman antara FBR Kota Tangsel dengan salah seorang wartawan media online, Kabar6.com, Eka Huda Rizky, yang diprotes keras oleh sejumlah awak media dan organisasi wartawan, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.

 

Membuka gelaran dekalarasi damai sore itu, Kepala Satuan Sabar Polres Kota Tangsel Ii Sutasman menyampaikan kepada semua pihak yang terlibat agar dapat menjaga kondusifitas wilayah di Kota Tangsel.

 

Paska mengklarifikasi persoalan terkait kesalahpahaman tersebut, disaksikan oleh Ketua PWI Tangsel Junaidi, Kepala Satuan Sabhara selaku perwakilan Polres Tangsel, dan sejumlah awak media, Sekertaris Jenderal (Sekjend) FBR Tangsel Satyan berharap kedepannya tidak terjadi lagi hal serupa.

 

“Pertama kita bisa saling kenal, kemudian kita bisa akrab bisa menjalin persaudaraan, saya berharap peristiwa ini tidak akan terulang kembali. Ini menjadi pelajaran kita bersama bahwa kami organisasi FBR kedepan bisa terus bersinergi menjaga Tangsel tetap kondusif. Kemudian teman-teman pers dilapangan bisa kerja sama dengan FBR, dengan hal-hal yang bisa dikomunikasikan,” ujarnya.

 

Senada, Direktur Kabar6.com Sukardin mengatakan, pihaknya telah sepakat mengambil langkah damai dalam insiden ini karena ada kesalahpahaman dilapangan yang dipicu keadaan sedang panas dan berharap kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali. 

 

"Kita sepakat mengambil jalan damai, dimana kami telah membuat surat deklarasi damai bersama hari ini.  Damai disini bukan hanya untuk Eka saja namun untuk semua rekan media yang lain, karna tugas jurnalis dilindungi UU Pers, saya berharap rekan FBR kedepannya akan lebih sinergi dan akan lebih kondusif dilapangan dan hari ini kita akan mendeklarasikan deklarasi damai," jelas Sukardin. 

 

Sementara, salah seorang dari perwakilan wartawan, Hasan mengatakan bahwa pada dasarnya rekan-rekan wartawan sangat mendukung adanya Ormas sebagai salah satu bentuk kearifan lokal.

 

"Kawan-kawan jurnalis itu tidak anti Ormas. Kami sangat menghargai kearifan lokal, kami juga tidak menerima tindakan premanisme. Disini Kami lebih menjaga kepada prakrek premanismenya agar jangan lagi terulang. Kita akan memberikan ruang terhadap FBR  dan menjaga kondusifitas antara ormas FBR dan wartawan," harap Hasan yang merupakan wartawan Sindonews.com itu.

 

Ada empat poin isi deklarasi tersebut, yakni 

1. Kami kedua belah pihak sepakat untuk saling menjunjung rasa persaudaraan

2. Kami akan menjaga kondusifitas wilayah Kota Tangerang Selatan

3. Dan tetap saling menghormati tugas-tugas insan pers berdasarkan undang-undang pers

4. Dan menganggap segala kesepakatan  ini menjadi kerjasama yang baik dan mengutamakan musyawarah demi terwujudnya keamanan, ketertiban di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan.

Deklarasi damai tersebut ditandatangani oleh pengurus FBR Kota Tangsel Iwan Kera, direktur Kabar6.com Sukardin, dan sebagai saksi turut pula menandatangani Ketua PWI Tangsel Junaidi, Kasat Sabhara Polres Tangsel Ii Sutasman. (kibo)