Mengemper di Trotoar Kebon Sirih, Pemrov DKI Pindahkan Imigran Timur Tengah ke Kalideres

Mengemper di Trotoar Kebon Sirih, Pemrov DKI Pindahkan Imigran Timur Tengah ke Kalideres
Mengemper di Trotoar Kebon Sirih, Pemrov DKI Pindahkan Imigran Timur Tengah ke Kalideres
(Imigran timur tengah saat tiba dikantor Kodim 0503/JB (Nonstopnews.id))

NONSTOPNEWS.ID - Ratusan imigran asal timur tengah yang sebelumnya mengemper di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, akhirnya dipindah ke gedung Kodim 0503/JB di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2019) sore.

Gedung Kodim dua lantai yang digunakan untuk menampung para imigran ini sejatinya dibangun untuk Kodim 0503/JB namun tak jadi digunakan.

Pantauan Nonstopnews.id, mereka diangkut menggunakan tiga bus milik Pemprov DKI Jakarta.

Para imigran itu kemudian mengangkuti barang bawaan mereka menuju lantai II untuk menempati ruangan yang diarahkan petugas Dinas Sosial.

Mereka menempati sekitar 10 ruangan serta aula yang ada di lantai II gedung. Terpal biru juga disediakan sebagai alas bagi para imigran untuk nantinya beristirahat di tempat tersebut.

Para imigran dipisahkan berdasarkan asal negara mereka. Yakni untuk Imigran asal Somalia menempati ruangan depan, sedangkan yang berasal dari Afghanistan ditempatkan di bagian belakang.

Sementara itu, di halaman gedung beberapa tenda milik Dinas Sosial dan Kementerian Sosial juga telah dibangun untuk menampung imigran apabila jumlah mereka melebihi kapasitas.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan pemindahan imigran asal Timur Tengah ke tempat ini berdasarkan atas kemanusiaan.

Sebab, keberadaan para imigran yang sebelumnya menempati trotoar di kawasan Kebon Sirih dianggap tidak layak dan mengganggu ketertiban umum.

"Maka setelah bergerak atas nama kemanusiaan maka bukan hanya Provinsi tapi juga Indonesia, dunia juga harus mengamin kan dan mendoakan supaya ini cepet cepet tuntas," kata Saefullah di lokasi, Kamis (11/7/2019).

Salah seorang imigran asal Afghannistan, Ali, mengaku bersyukur mendapatkan tempat tinggal sementara di gedung ini.

Sebab, kondisinya dirasa selain lebih aman dan nyaman ketimbang harus mengemper di jalanan.

Hampir keseluruhan kondisi di gedung ini memang masih sangat baik lantaran bangunan ini baru dibangun.

Hanya terdapat sedikit bagian plafon di lantai II yang jebol dan beberapa sudut masih terdapat sarang laba-laba lantaran gedung sebelumnya dibiarkan kosong.

"Terima kasih buat pemerintah Indonesia karena tempatnya sangat baik dibanding kami harus di jalanan," kata Ali.(Man)