Mendadak Naik dan Turunnya Harga BBM Dinilai Ada Muatan Politik

Mendadak Naik dan Turunnya Harga BBM Dinilai Ada Muatan Politik (Ilustrasi/net)

Jakarta- Sikap plin-plan pemerintah di era Joko Widodo terhadap keputusan menaikan serta membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Bahkan mereka menilai ada syarat muatan politik dalam permasalahan itu. Sehingga masyarakat dibuat bertanya-bertanya. Mengingat, sebentar lagi Indonesia akan menggelar pesta demokrasi dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Seperti penuturan Pengamat Kebijakan Publik, Febriansyah saat ditemui di Kawasan Kompleks Parlemen, Senayan.

"Sekarang gini, Pemerintah mengumumkan akan menaikkan harga BBM. Kemudian dalam waktu dekat, kenaikan dibatalkan, tentu banyak masyarakat bertanya-tanya, jangan-jangan ada muatan politis," tuturnya, Jumat(12/10/2018).

Sementara itu, menyikapi persoalan secara mendadak kenaikan dan pembatalan harga BBM, Wakil Ketua Komisi VII DPR, M. Ridwan Hisjam mengatakan, keputusan tersebut memang sangat mengagetkan. Pengumuman ini karena tidak ada rumor atau tanda-tanda sebelumnya. 

"Namun hanya dalam tempo kurang dari satu jam, juga oleh Menteri Jonan diumumkan pembatalan kebijakan penaikan harga premium," kata Ridwan kepada wartawan.

Lanjut Ridwan berujar, soal kebijakan pengambilan rencana kenaikan harga BBM secara mendadak justru akan menjadi catatan bagi Komisi VII. 

"Apalagi, mengingat Pertamina dalam dua tahun terakhir mengalami defisit besar dalam penjualan Premium. Bahkan, DPR-RI akan melakukan pembahasan bersama pemerintah, khususnya Kementerian ESDM," tandasnya.(hw)