Menabung Untuk Biaya Nikah Pengedar Sabu Diringkus Polisi

Menabung Untuk Biaya Nikah Pengedar Sabu Diringkus Polisi (Nonstopnews.id/wr)

TAMBORA - Rencana untuk menikah dengan gadis tambatan hati itu akhirnya kandas di tengah jalan. Itulah yang dialami seorang  pemuda tersangka pengedar yang diringkus anggota Unit Narkoba Polsek Tambora, Jakarta Barat, saat transaksi dengan pembelinya di Jalan Pekapuran lll RT07/05 Kel.Tanah Sereal, Kec. Tambora, Sabtu (8/12/2018) malam.

Tersangka Fad, 19, yang mengaku diperalat bandar narkoba yang berada di sebuah Lapas di Bekasi  itu sudah beberapa kali menerima rejeki haram dari orang yang sama sekali tidal dikenalnya. Napi yang sedang menjalani hukunan itu  diduga banyak mengendalikan kaki tangannya hanya melalui telepon selularnya.

"Setiap menjual barang haram tersebut saya menerima Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Saya memang sedang menabung untuk biaya menikah. Tapi setelah ditangkap seperti ini saya harus menanggung resikonya," ungkap Fad di Polsek Tambora, beberapa saat tersangka tiba di Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat.

Menurut Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh, beberapa hari terakhir pihaknya mendapatkan infornasi dari masyarakat di Kelurahan Tanah Sereal, bahwa tersangka hampir setiap malam dicurigai transaksi narkoba.

"Tanda-tandanya setiap ada seseorang  berhenti di dekat sepeda motornya tersangka memberikan sesuatu lalu pergi lagi," kata warga tadi seperti ditirukan kapolsek.

Dijelaskan Iver, atas informasi itu pihaknya melakukan penyelidikan. Tak membuang waktu lagi, Sabtu malam sekira Pk 22:00 WIB, dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Supriyatin dan Iptu Subartoyo, sejumlah anggota menyergap tersangka yang dicurigai akan transaksi di pinggir Jalan Pekapuran, Tanah Sereal tersebut.

"Anggota kami menggeledah tersangka dan membuka jok sepeda motor menemukan bungkusan serbuk narkotika jenis sabu," ujar kapolsek.

Dari hasil penangkapan tersebut papar kapolsek, pihaknya menyita 3 paket sabu berisi 20 gram dan uang Rp 1,3 juta hasil penjualan sabu serta 1 unit HP dan 2 pak plastik kosong. "Kasus tersebut masih terus dikembangkan" ringkasnya.(wr/hw)