Memang Biadab Oknum RSUD Kab Serang, Jenazah Korban Tsunami Banten Dipungli

Memang Biadab Oknum RSUD Kab Serang, Jenazah Korban Tsunami Banten Dipungli
Memang Biadab Oknum RSUD Kab Serang, Jenazah Korban Tsunami Banten Dipungli
(Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Keluarga korban tsunami mengalami nasib tragis. Bagaimana tidak, bukan hanya duka karena ditinggal oleh saudara untuk selamanya, tapi mereka juga harus keluar uang saat hendak mengambil jenazah keluarga yang meninggal dunia. Bagai jatuh tertimpa tangga ibaratnya. 

Dari hasil penyidikan Polda Banten, ada enam jenazah atau mayat tsunami yang dimintai dana. Para pelaku bekerjasama dengan seorang PNS.

Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten menetapkan 3 tersangka terkait pungutan liar (pungli) terhadap jenazah korban tsunami di RS Drajat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang. Tiga tersangka itu terdiri dari dua orang karyawan swasta dan satu orang ASN.

Ketiga orang itu terbukti melakukan pungutan terhadap keluarga korban tsunami saat proses pengambilan jenazah di RSDP. Polisi mengaku telah mengantongi alat bukti sehingga ketiga pelaku ditetapkan tersangka.

"Maka tadi sore kita telah menetapkan 3 tersangka, 1 dari ASN dengan inisial F, kemudian dua dari karyawan CV dengan inisial I dan B," kata Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli saat menggelar jumpa pers di Mapolda Banten, Sabtu (29/12/2018).

Para tersangka melakukan pungutan liar terhadap 6 keluarga korban saat diantar mengambil jenazah. Kwitansi itu dikeluarkan oleh oknum ASN. Kedua karyawan bertindak sebagai eksekutor pada pungutan tersebut.

"Tim penyidik gabungan dari Polda Banten dan Polres Kota Serang telah melakukan penyelidikan. Hari ini kita sudah meningkatkan ke penyidikan sampai tadi sore berdasarkan fakta-fakta yang kami dapatkan dari pemeriksaan saksi diantaranya ada 5 orang saksi kunci yang telah kita lakukan pemeriksaan," ujarnya.

Dari tangan ketiga tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 15 juta dan beberapa kwitansi yang sama dengan apa yang viral di media sosial.

"Kemudian dokumen-dokumen yang kita lakukan pemeriksaan termasuk kwitansi yang tidak resmi yang dikeluarkan oleh oknum ASN yang bekerja sama dengan karyawan dari sebuah CV," bebernya.

Sebelumnya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membantah adanya pungutan liar terhadap keluarga korban bencana tsunami di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang.

"Saya juga mengecek ke bagian keuangan rumah sakit, pungli itu tidak ada, tidak dilakukan manajemen RSDP," kata Tatu dalam keterangan tertulis, Kamis (27/12/2018).

Bantahan pungli juga disampaikan oleh Plt Direktur RSUD Serang Sri Nurhayati. Sri menyebut pelayanan sudah maksimal dan optimal.

"Terhadap pembiayaan dan kuitansi yang beredar di media massa, kami tegaskan bukan kuitansi resmi RSDP. Hal itu di luar sepengetahuan manajemen dan direksi RSDP," kata Sri. (radarnonstop)