Mau Bayar Angsuran Mobil di MTF Kok Dipersulit?

Mau Bayar Angsuran Mobil di MTF Kok Dipersulit? ()

NONSTOPNEWS.ID - Entah apa yang menjadi alasan Mandiri Tunas Finance (MTF) mempersulit debiturnya untuk membayar kredit kepemilikan mobil.

Hal itu yang menjadi pertanyaan Agus Supena, warga Pamulang Barat, yang saat ini justru harus menghadapi oknum Debt Collector yang mencoba melakukan tindakan pemerasan.

Saat itu, Agus mengaku kendaraan miliknya berjenis Suzuki Ignis harus ditarik paksa oleh oknum yang mengaku Collector MTF, karena sudah menunggak 2 bulan.

""Kita disuruh menyelesaikan permasalahan terlebih dahulu dengan pihak ketiga (Debt Colllector) baru bisa melakukan pembayaran, sementara kita tidak ada permasalahan dengan mereka," kata Agus saat mendatangi pihak MTF beberapa waktu lalu.

Ketika menghubungi pihak Debt Colllector, dirinya harus membayar Rp 5 juta agar bisa mengurus angsuran di leasing. 

"Saat saya menghubungi pihak Debt Collectornya, mereka meminta agar melakukan pembayaran kepada mereka sebesar Rp 5 juta," jelas Agus.

Agus melanjutkan, padahal didalam surat berita acara penyerahan kendaraan dari leasing Mandiri Tunas Finance yang diberikan oleh Debt Collector, terdapat stempel yang bertuliskan "Tidak Dibenarkan Membayar Angsuran Melalui Pemegang Surat Kuasa Ini, Pembayaran Dilakukan Dikantor Mandiri Tunas Finance" 

"Makanya saya tidak mau membayar ke mereka, karena itu tidak resmi, nanti kita salah juga kalau dibayarkan ke mereka. Selain itu, yang membuat kita curiga, saat diajak negosiasi mereka mau menurunkan harga yang mereka minta," terangnya.

Hal senada disampaikan Kuasa Hukum Agus Supena, Ibrahim yang mengatakan, dalam permasalahan ini, pihak leasing MTF memiliki kewajiban untuk melayani konsumen, bukan mempersulit.

Lanjut Ibrahim, pihak leasing memberikan keterangan kepadanya bahwa uang untuk menebus mobil dibebankan kepada customer, sedangkan pihak customer tidak ada hubungan hukum dengan pihak ketiga, karena pihak ketiga adalah sebagai jasa penagihan yang melakukan perjanjian dengan pihak leasing.

"Selain itu, didalam kontrak kredit tidak ada penjelasan seperti itu kepada klien kami. Oleh karena itu, cara yang dilakukan mereka itu tidak sesuai kesepakatan yang tertuang di perjanjian kredit," jelas Ibrahim.

Masih kata Ibrahim, dirinya sangat menyayangkan sikap dan pelayanan leasing Mandiri Tunas Finance, anak Perusahaan dari Bank Mandiri itu, yang merupakan dibawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebab, imbuhnya, berdasarkan penjelasan kliennya, mereka menyita mobil dengan sewenang-wenang dan main tarik-tarik saja dengan dasar memberikan surat berita acara penyerahan kendaraan dari leasing tanpa memberikan surat peringatan terlebih dahulu. 

"Kalau saya sebagai masyarakat melihat kejadian seperti ini, saya tidak akan pernah mengkredit kendaraan apapun pada leasing tersebut, karena ini sangat berbelit-belit dan merugikan customer. Otomatis kalau customer yang tidak memiiki kekuatan mereka harus mengikuti aturan mereka," tambahnya.

Saat dikonfirmasi ke Leasing MTF Cabang Bintaro, salah seorang petugas di kantor tersebut, Sigit enggan untuk mempertemukan Kepala Cabang untuk dimintai keterangan. Sigit berkilah, pihaknya tidak mengeluarkan surat penagihan tersebut. 

"Memang perjanjian kontraknya disini namun untuk penagihannya bukan wilayah ini yang mengeluarkan. Kalau selama ini pembayaranya disini, selagi tidak ada permasalahan kita terima," terang Sigit.

"Kalau ada masalah otomatis sistem kuncinya dari sana. Kita nggak tau (siapa yang mengeluarkan SK Penarikan), karena yang menerbitkan SK ini bukan dari sini," pungkas Sigit, Senin (14/1/2019). (ak)