Marak Lokasi Maksiat, Dewan Kemakmuran Masjid Ngeri Tangsel Kena Tsunami

Marak Lokasi Maksiat, Dewan Kemakmuran Masjid Ngeri Tangsel Kena Tsunami (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Maraknya lokasi prostitusi atau 'Surga-Dunia' bagi kaum adam di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menggugah perhatian masyarakat.

Seperti yang dilakukan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tangsel, saat menggelar diskusi Publik yang mengusung tema "Mencari Cara Membersihkan Tangsel Dari Tempat Maksiat".

Ketua Pelaksana Diskusi Arief Wahyudi (42) menyatakan, pihaknya mendesak Pemerintah Kota Tangsel agar segera memberantas praktik prostitusi berbagai modus yang ada di wilayahnya.

Pasalnya, praktik tersebut akan menodai kota yang berjuluk Cerdas, Modern dan Religius (Cmore).

Arif melanjutkan, kegiatan tersebut didasari atas masih maraknya tempat prostitusi berkedok panti pijat, karaoke, bar, serta tempat hiburan malam lainnya.

“Tempat prostitusi di Kota Tangsel marak. Diskusi publik ini tidak lain adalah untuk mencari dan bagaimana caranya mengurangi atau memberantas tempat-tempat maksiat yang masih ada,” katanya saat memberikan sambutan, di salah satu Rumah Makan di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Sabtu (02/02/2019).

Maraknya maksiat, tambahnya, berimbas turunnya moral masyarakat. Selain itu, dikhawatirkan akan terjadi bencana alam seperti yang dialami Lombok, Palu hingga tsunami Selat Sunda di Pandeglang dan Serang baru-baru ini.

“Sebagian masyarakat mengingkari aturan-aturan Allah SWT sehingga timbul bencana. Sebetulnya bencana itu kan dari diri kita sendiri. Buang sampah sembarangan, tidak pernah sholat, maksiat jalan terus, melanggar aturan-aturan yang sudah di tetapkan Allah, mabok-mabokan, narkoba, dan lain-lain,” jelasnya.

Menurutnya, harusnya Pemkot Tangsel berkaca dari daerah yang mengalami bencana alam. Salah satu faktor bencana alam yang dialami sejumlah daerah di Indonesia dampak dari kemaksiatan seperti prostitusi, perjudian, seks bebas dan LGBT (lesbian, gay, biseks dan transgender).

“Harapan pertemuan hari ini kita bersama-sama mengajak kepada semua, jangan sampai Tangsel berlumuran maksiat. Bencana datang orang yang tidak melakukan pun terkena imbasnya,” tandasnya.

Dalam diskusi ini, DKM juga mengundang Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Namun walikota cantik itu berhalangan hadir. (ak)