Marah Besar! DPC Tangsel Akan Kejar Aktor Hingga Ancam Pidanakan Pendemo di DPP PDIP

Marah Besar! DPC Tangsel Akan Kejar Aktor Hingga Ancam Pidanakan Pendemo di DPP PDIP (Kb-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan memanggil para pendemo yang melakukan penolakan rekomendasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang mengatasnamakan kader, di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP beberapa hari lalu.

Ditemui usai rapat pleno terkait persoalan tersebut, Ketua DPC PDIP Tangsel, Wanto Sugito, menegasakan bahwa rekomendasi partai memiliki konsekuensi yang harus dijalankan dan dipatuhi oleh setiap kader partai.

“Jadi nanti besok akan dipanggil oleh bidang kehormatan DPC partai, terkait gerakan-gerakan yang menolak secara terang-terangan pada keputusan DPP partai soal Pilkada," kata Wanto, di kantor DPC PDIP Tangsel, komplek ruko Malibu, Serpong, Rabu malam (8/7/2020).

Pria yang akrab disapa Klutuk itu juga mengatakan, tak mungkin kader militan PDIP tak patuh dengan perintah partai.

"Kalau kader militan tidak belok-belok. Kalau tidak siap menjadi kader partai monggo, mundur dari PDI Perjuangan kalau tidak tunduk patuh dengan urusan partai, jelas tuh di AD/ART,” tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Wakil bidang kehormatan DPC PDIP Kota Tangsel, Drajat Sumarsono, yang ditugaskan untuk menindaklanjuti terhadap aksi-aksi penolakan rekomendasi DPP mengatakan, akan memanggil semua para pelaku aksi, dan mengklarifikasi keanggotaan mereka di PDIP Tangsel.

“Apakah benar mereka struktur partai, apakah benar mereka itu kader partai, atau justru ada orang luar yang dimanfaatkan, memprovokasi terhadap aksi penolakan itu, besok akan kita klarifikasi,” ujarnya.

Drajat menduga, bahwa ada aktor dibalik aksi penolakan rekomendasi tersebut, dan pihaknya akan mencari aktor dibalik aksi meski hingga ke lubang semut. Dikatakannya pula, untuk para pelaku aksi yang nantinya tidak terbukti sebagai kader, pihaknya tak segan mengambil langkah hukum.

“Tidak mungkin kejadian itu berdiri sendiri, tidak mungkin kalau tidak ada yang men-design. Saksi organisasi itu jelas, yang pertama kalau dia pengurus, dia bisa dinon-aktifkan atau copot dari jabatan itu, dan pemecatan," jelas Drajat.

"Hasil dari pada besok itu akan disampaikan lagi pada DPC partai, untuk dibuatkan rekomendasi apakah dinonaktifkan, ada pemecatan. Bagi yang aksi mengatasnamakan kader tapi bukan kader, kita tidak segan-segan membawa ke jalur hukum,” pungkasnya. (kb)