Mantan Koruptor Ngebet Jadi Wagub DKI, Aktivis Sebut Gak Tau Malu

Mantan Koruptor Ngebet Jadi Wagub DKI, Aktivis Sebut Gak Tau Malu ()

BALAIKOTA - Setelah Sandiaga Uno menyatakan resmi ikut bertarung di Pilpres 2019, nama Mohamad Taufik pun mencuat sebagai figur pengganti Sandiaga di kursi DKI-2. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari partai pendukung kepada wartawan M.Taufik mengaku siap menggantikan Sandiaga Uno. 

Namun langkah Taufik untuk masuk dibursa cawagub bakal tidak berjalan mulus. Penolakan terhadapnya pun mulai didegungkan sejumlah aktifis. Predikat mantan Korupsi membuat dirinya dinilai tidak pantas pemimpin warga Jakarta. 

Jubir Aktivis Gerbong '98, Khoir, mengatakan Taufik sebagai sosok yang paling tidak layak untuk menggantikan Sandi sabagai Wakil Gubernur DKI mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan.

Menurut Khoir, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta juga di tolak oleh KPU untuk menjadi Caleg DPRD karena pernah menjadi pesakitan kasus Korupsi ketika di KPU. 

"Taufik tidak tahu malu kalau sampai memaksa untuk menduduki jabatan wakil gubernur dan tidak pantas karena Anies akan di dampingi oleh mantan Koruptor," ujar Khoir.

"Apakah masyarakat DKI Jakarta lebih dari 10 juta masyarakatnya mau di pimpin oleh mantan Koruptor," paparnya.

Khoir menilai, sejarah baru yang akan menciderai Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia ketika dipimpin oleh mantan Koruptor.

"Kami menilai jika Parpol koalisi, Gerindra dan PKS salah memilih pengganti Sandi tentu akan menjadi aib baru untuk perhelatan Pileg dan Pilpres di 2019. Oleh karenanya, kami Aktivis Gerbong '98 akan melakukan aksi ke Balaikota dan DPP Gerindra untuk menolak M. Taufik sebagai wagub pengganti Sandiaga Uno," tandasnya.

Hal yang sama di sampaikan Aktifis Prodem, agung Wibowo Hadi. Menurutnya, M Taufik tidak pantas menjadi Wagub DKI karena mempunyai track record buruk. 

"Dia (Taufik) tidak pantas menjadi wagub. Karena pernah tersangkut korupsi. Ini akan merusak citra Anies jika Taufik ditempatkan sebagai Wagub," kata Agung dalam keterangan persnya.

Mantan pentolan aktivis Forkot 98 itu juga mengatakan, KPU sudah menolak M.Taufik sebagai caleg karena pernah tersandung kasus korupsi. Bila ada partai pemenang yang setuju, maka ini akan merusak tatanan demokrasi bangsa. 

"Jangan maksa jadi wagub jika punya track record buruk. Berikan kepada kader yang lain yang lebih baik dan punya rekam jejak bagus, jangan memaksakan diri," tandasnya

Taufik diketahui pernah tersandung kasus korupsi saat menjabat Ketua KPU DKI Jakarta. Ia divonis 18 bulan penjara pada 27 April 2004 karena merugikan uang negara sebesar Rp 488 juta dalam kasus korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004.(*/red)