Mantan Ketua FPI Solear Diciduk Polisi, Hamili Siswi SMA Murid Ngajinya

Mantan Ketua FPI Solear Diciduk Polisi, Hamili Siswi SMA Murid Ngajinya (Istimewa)

TIGARAKSA- Jajaran Kepolisian Resort Kota Tangerang mengamankan seorang pria yang diduga melakukan persetubuhan dengan anak dibawah umur. Korban yang masih duduk di bangku kelas XII SMA itu kini hamil dua bulan.

Pria berinisial B yang sehari-hari dikenal sebagai ustadz itu diamankan, Senin (17/12/18) malam. B diamankan polisi setelah sebelumnya nyaris dihakimi warga. Puluhan warga mendatangi kediaman pelaku di wilayah Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Warga meminta pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya. Padahal, wanita di bawah umur yang diduga digagahinya merupakan muridnya mengaji.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP. Gogo Galesung dalam keterangan tertulisnya mengatakan, banyaknya laporan dari warga terkait peristiwa itu membuat polisi bergerak. Polisi mengantisipasi agar warga tidak main hakim sendiri.

Gogo menambahkan, dari hasil pemeriksaan terduga pelaku mengakui perbuatan itu. Namun, terduga pelaku berkilah melakukan hubungan suami istri dengan korban karena sudah ada ikatan pernikahan.

"Namun yang janggal, selain dibawah umur, pernikahan itu juga tidak diketahui orang tua korban," tuturnya.

Gogo menyampaikan, saat ini terduga pelaku masih diperiksa. Kasusnya, kata Gogo, sedang dalam pendalaman. 

"Meski demikian, Gogo menyampaikan terduga pelaku dapat dijerat Pasal tentang perlindungan anak," ujar Kasatreskrim. 

Saat ditanya wartawan, bahwa terduga pelaku adalah mantan ketua ormas Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Solear, Gogo membenarkannya. 

Wakil Ketua RW setempat Giono mengatakan, awalnya warga tidak percaya korban hamil oleh guru ngajinya sendiri. Namun, kata dia, setelah bertanya langsung kepada korban, informasi itu benar adanya.

"Awalnya informasi dari mulut ke mulut dan ternyata benar," terangnya.

Giono membenarkan bahwa terduga pelaku dikenal sosok ustadz dan pernah menjadi Ketua FPI Kecamaan Solear. Namun, Giono mengaku tak terlalu tahu aktivitas FPI di wilayahnya.

"Iya pengurus FPI, tapi kegiatannya apa saja, saya kurang tahu," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Solear Lukam Alhaeri turut menanggapi peristiwa itu. Menurutnya, pengakuan terduga pelaku yang mengaku sudah melangsungkan pernikahan tanpa wali atau tanpa diketahui orang tua korban adalah hal yang janggal dalam agama.

"Di Indonesia mayoritas Mazhab Imam Syafii. Tidak ada pernikahan tanpa wali," ujarnya. (*/red)