Mahasiswa Lebak Sebut DLHK Banten Tukang Hoax

Mahasiswa Lebak Sebut DLHK Banten Tukang Hoax
Mahasiswa Lebak Sebut DLHK Banten Tukang Hoax
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten dituding sebar berita bohong (Hoax) soal dugaan pencemaran lingkungan di Kali Cibayawak oleh PT Cemindo Gemilang.

Hal itu ditegaskan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPELA) Lebak melalui rilis tertulisnya, Minggu, (10/3/2019).

"Yang kami demo kurang lebih 7 kali meminta izin operasional PT Cemindo Gemilang dicabut, namun kenapa dibantah oleh DLHK Banten, yang mengatakan tidak menemukan pencemaran lingkungan oleh PT Cemindo Gemilang," tegas Furqan aktivis AMPELA.

Menurutnya AMPELA, mengutip hasil  Tim Panitia Kerja (panja) limbah dan lingkungan hidup Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ketika memantau seluruh kegiatan operasional PT Cemindo Gemilang menemukan fakta bahwa produsen semen Merah Putih itu membuang langsung air limbah ke sungai. Selain itu tim panja juga menemukan tidak adanya pusat pengelolaan air limbah untuk mengontrol apakah sudah sesuai standar baku mutu atau tidak.

"Oleh karena itu, kami menduga bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten telah menyebarkan berita bohong (Hoax) kepada publik. Dugaan tersebut berangkat dari fakta yang ditemukan Tim Panitia Kerja (panja) limbah dan lingkungan hidup Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ungkapnya.

Selain itu, aliansi mahasiswa Lebak juga menduga bahwa DLHK Banten bersekongkol dengan pejabat PT Cemindo Gemilang untuk menghilangkan dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan yang dilakukan. Hal tersebut terlihat dari pernyataan DLHK Banten yang menyatakan bahwa PT Cemindo Gemilang tidak terbukti melakukan pencemaran lingkungan.

"Kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPELA) sejujurnya dari awal tidak percaya dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten akan objektif dalam menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan oleh PT Cemindo Gemilang. Oleh karena itu kami meminta kepada Gubernur Banten (Wahidin Halim/Red) untuk segera mengganti kepala DLHK Banten dan turun tangan mengecek dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan," pintanya.

"Kami berharap Gubernur Banten menjadikan fakta yang di temukan Tim Panitia Kerja (panja) limbah dan lingkungan hidup Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencabut izin operasional PT Cemindo Gemilang," tambahnya.

Sementara itu, Kasi Pengaduan dan Penegakan Hukum (DLHK) Banten Dr, Dendi saat dihubungi wartawan menampik pihaknya menyebarkan berita bohong soal tidak menemukan pencemaran lingkungan di Kali Cibayawak.

"Kita melihat dari aduan yang disampaikan kepada DLHK Provinsi Banten waktu itu pengaduannya sungai Cibayawak, ketika kami ke lapangan dengan LH Lebak memang tidak ada pencemaran air yang di adukan" jawab Dendi kepada wartawan. Minggu, (10/3/2019).

"Hanya PH airnya aja yang tinggi, karena hasil labnya seperti itu. Wajar karena daerah kapur, tidak ada hoax," tambahnya. (Eag)