Lembaga Anti Korupsi Sebut Pemkot Tangsel Tidak Punya Grand Design Soal Transportasi Massal

Lembaga Anti Korupsi Sebut Pemkot Tangsel Tidak Punya Grand Design Soal Transportasi Massal (Kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Organisasi anti korupsi, Tangerang Public Tranparency Watch (TRUTH) menilai Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak memiliki grand design soal tranaportasi massal, hal ini bisa dilihat dari keberadaan bus Trans Anggrek.

Pasalnya, program Trans Anggrek Circle Line bertujuan untuk meningkatkan layanan transportasi massal, malah akan digunakan sebagai angkutan pegawai, lantaran fungsinya tidak efektif.

“Sangat mubazir anggaran yang dikeluarkan untuk armada transportasi trans anggrek sebesar 6,25 milyar pada tahun 2015 tidak jelas pengoperasiannya. Ini menunjukan bahwa Pemkot Tangsel tidak memiliki konsep grand design soal moda transportasi massal,” kata Ahmad Priatna wakil koordinator TRUTH, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, konsep Smart City yang digaungkan Pemkot Tangsel seolah hanya sebagai pencitraan saja, tanpa konsep dan realisasi, salah satunya memberikan kemudahan akses transportasi dengan model pengintegrasian semua sarana transportasi yang tersedia.

“Jadi kami menduga bahwa smart city hanyalah pencitraan belaka tanpa konsep dan realisasi,” ungkapnya.

Selain itu, Priatna juga mempertanyakan efektifitas dan efisiensi penganggaran perawatan bus trans anggrek.

Sebab, kata dia, selama beberapa bulan terakhir bus trans anggrek tidak beroprasi dan hanya terpampang di halaman parkir bagian KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel.

“Jadi untuk apa merawat bus yang tidak beroprasi lagi, jelas ini sangat mubadzir dan seolah-olah Dishub Tangsel kurang kerjaan.”

“Kami menduga pekerjaan Dishub tangsel memang demikian, yaitu mengerjakan sesuatu yg tidak penting dan hanya menghambur-hamburkan APBD saja,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa bus trans anggrek akan dialihfungsikan sebagai angkutan pegawai Pemkot Tangsel lantaran fungsinya tidak efektif. (kibo)