Lahan Pemkot Tangsel dan BSD yang Akan Ditukar Guling Ditinjau, Awas Kepeleset!

Lahan Pemkot Tangsel dan BSD yang Akan Ditukar Guling Ditinjau, Awas Kepeleset! (Kb-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meninjau lokasi lahan aset daerah yang akan ditukar guling dengan lahan aset milik PT Bumi Serpong Damai (BSD), di Kampung Parigi, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Rabu (24/6/2020).

Agenda peninjauan lahan tersebut, merupakan bagian dari tahapan pembahasan tukar guling atau ruislag Barang Milik Daerah (BMD), yang saat ini tengah dibahas antara Pemerintah Kota Tangsel dan DPRD Tangsel, serta pihak terkait.

Ketua Pansus ruislag BMD DPRD Tangsel, Drajat Sumarsono mengatakan, secara teknis nantinya Pansus akan dibagi dalam tiga tim. Dimana setiap tim memiliki peran masing-masing, diantaranya adalah untuk memastikan atas hak atas masing-masing aset dari ke dua belah pihak.

“Peninjauan lokasi lahan merupakan bagian dari tahapan, sedang melakukan kajian-kajian terkait ruislag, oleh tim pansus. Nanti tim pansus itu dibagi tiga, ada tim yang khusus untuk melihatkan kajian manfaat," terang Drajat, usai meninjau lokasi lahan, di gedung DPRD Tangsel, Jalan Raya Puspitek, Setu.

Drajat juga menambahkan, ada tim lain yang bertugas menyisir untuk memastikan bukti kepemilikan.

"Ada juga yang mengecek terkait atas hak dari kedua belah pihak, untuk memastikan bukti kepemilikan. Ketiga ada tim yang khusus merangkum semua laporan, dari tim kajian, dari alas hak,” jelas politikus PDIP itu.

Drajat juga mengatakan, saat ini proses pembahasan ruislag sudah mencapai sekitar enam puluh persen. 

Lebih lanjut, ditekankannya mengenai Peraturan Walikota (Perwal) yang akan mendasari ruislag lahan tersebut, mengingat ini merupakan kali pertama Pemkot Tangsel malakukan ruislag.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun,  nilai aset Pemkot Tangsel yang akan ditukar guling ditaksir sekitar 37 miliar rupiah, sementara aset milik BSD ditaksir 41 miliar, dengan luas lahan ke duanya ialah 2,5 hektare.

Turut serta bersama Pansus DPRD Tangsel, bidang aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Kecamatan Serpong, Kepala Keurahan Lengkong Gudang Timur, Komandan Koramil Serpong, dan bagian Perizinan pada PT BSD.

Bagian perizinan PT BSD, Abu Bakar, menjelaskan mengenai alasan awal adanya tukar guling tersebut, dimana ia juga mengatakan bukti kepemilikan aset antara pihak BSD dan Pihak Pemkot masing-masing ialah berbentuk Surat Pelepasan Hak (SPH), namun adapula aset BSD yang masih berstatus HGB.

“Ada kebutuhan Pemkot Tangsel yaitu menyediakan untuk satuan Intel Korem kurang lebih sekitar 1 hektar, dan dinas-dinas. Sementara tanah yang ada 6 bidang yang terpecah-pecah, tanah kami pun yang diselah-selah itu sama, saling enggak bisa bergerak. Makanya ada inisiatif dari Pemkot bagaimana kalau dilakukan penataan tanah antara BSD dan Pemkot, ya monggo, supaya nanti Pemkot bisa ngembangin kita juga butuh, dasarnya disitu,” ujarnya.

Untuk diketahui, selain mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 19 tahun 2016, ruislag tersebut juga mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangsel nomor 8 tahun 2017 tentang pengelolaan barang milik daerah. Dimana saat ini Pemkot Tangsel tengah merumuskan turunan dari Perda tersebut untuk menjadi payung hukum ruislag yang akan dilakukan. (kb)