Lahan Ditengah Kota Tangerang Disulap Jadi Kampung Sehat, Emak-emak Panen Bayam 

Lahan Ditengah Kota Tangerang Disulap Jadi Kampung Sehat, Emak-emak Panen Bayam 
Lahan Ditengah Kota Tangerang Disulap Jadi Kampung Sehat, Emak-emak Panen Bayam 
(Dok. Humas Kota Tangerang)

NONSTOPNEWS.ID - Tak disangka, lahan yang biasanya dihimpit rumah dan gedung ternyata bisa dimaksimalkan warga. Yah, Kelompok Wanita Tani (KWT) di lingkungan RW 12, Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, Kota Tangerang menggelar panen raya sayuran jenis bayam dan kangkung belum lama ini. 

Panen tersebut merupakan hasil tanam program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang banyak digalakkan di sejumlah kelurahan di Kota Tangerang. Diharapkan panen tersebut mampu mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.

Sudah maklum bahwa asupan makanan berpengaruh pada kesehatan. Salah satu cara memperoleh makanan yang sehat adalah dengan menanamnya sendiri. Lahan-lahan yang masih kosong bisa diberdayakan menjadi sumbangsih bagi pola hidup sehat.

Menurut penuturan AIi Nurul Komarudin,
Lurah Nusa Jaya bahwa kegiatan panen tersebut dilakukan setelah menunggu sejak sebulan yang lalu. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, manfaat hasil tanam itu dinilai sebanding.

"Ada beberapa jenis tanaman yang kita lakukan pembibitan, diantaranya bayam, kangkung, pare, timun dan beberapa jenis lainnya. Namun hanya dua jenis sayuran yang baru bisa kita panen," AIi Nurul Komarudin.

Pria yang akrab disapa Komarudin itu menjelaskan, bahwa para kelompok wanita di wilayahnya memang sangat aktif dalam berbagai hal. Salah satunya dalam kegiatan wanita tani. Sebagian anggota KWT juga merupakan kader di Posyandu setempat. Komarudin juga mengatakan akan mendorong wanita di wilayah Nusa Jaya agar mandiri dan kreatif.

"Hampir seluruh RW di wilayah Kelurahan Nusa Jaya memiliki KWT. Dan juga kegiatan mereka sangat aktif, mampu mengubah lahan kosong menjadi produktif. Semoga ini bisa menjadi trigger bagi warga yang belum bergabung," jelasnya.

Lurah Nusa Jaya berharap dengan semakin banyaknya kegiatan tani yang dilakukan di wilayahnya mampu meningkatkan roda perekonomian warganya. 

"Jika sudah memiliki kebun sendiri otomatis tidak perlu lagi belanja sayur mayur di pasar. Semua bisa dimaksimalkan dan juga bisa mendorong ketahanan pangan," pungkasnya.

Panen yang dilakukan oleh mayoritas oleh ibu-ibu itu juga dinilai efektif dalam penataan lingkungan. Umumnya, kata Komarudin, lahan yang dimanfaatkan oleh KWT merupakan lahan tidak produktif. Dengan demikian, selain mengandung niali ekonomis, KWT juga mengadung nilai estetis. (ADV)