Kurang Dukungan dari Bappeda Tangsel, KKN Mahasiswa UIN Pilih Bogor dan Tangerang

Kurang Dukungan dari Bappeda Tangsel, KKN Mahasiswa UIN Pilih Bogor dan Tangerang (Ilustrasi : Net)

CIPUTAT - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, yang baru dilepas oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, M. Idrus Marham, lebih memilih Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang.

Sebanyak 200 desa, di dua kabupaten tersebut, menjadi sasaran mahasiswa, dalam mensosialisasikan pengetahuan yang didapat selama pendidikan di universitas tersebut. 

Timbul pertanyaan, mengapa UIN Syarif Hidayatullah, yang terletak di Ciputat Tangerang Selatan, harus jauh jauh memilih denah lokasi KKN.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua Panitia KKN, Djaka Badranaya mengatakan, selain berbenturan peta wilayah masing masing kampus, pihaknya pun menyesalkan tidak kooperatifnya Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kota Tangsel.

"Ya, kita pilih Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Posisi kita berada di Provinsi Banten, terlepas dari Kota Tangsel. Jika kita memilih Banten Barat termasuk selatan dan utara, disana ada Untirta, yang juga mungkin mengadakan KKN. Belum lagi, ada UIN Serang. Makanya kita pilih Kabupaten Bogor dan Tangerang," kata Djaka saat ditemui seusai acara, Selasa (17/7/2018).

"Selain hal itu (pemetaan wilayah), saya rasa Bappeda Tangsel, tidak melihat KKN ini sebagai sesuatu yang strategis. Maksudnya, kurangnya peran dan koordinasi Bappeda terhadap potensi program KKN sebagai bentuk kemitraan dalam pembangunan. Tidak seperti Kabupaten Tangerang dan Bogor, (yang antusias). Makanya, kita pilih dua kabupaten itu," tegas Djaka.

Diberitakan sebelumnya, UIN Syarif Hidayatullah melepas mahasiswa KKN, sebanyak 3905, yang tersebar di 200 desa, di Kabupaten Tangerang dan Bogor. (ak)