KPU Kota Tangerang Terima Kotak Suara 'Kardus'

KPU Kota Tangerang Terima Kotak Suara 'Kardus' (Istimewa)

TANGERANG - Polemik kotak suara dari bahan karton masih menjadi perbincangan masyarakat, karena diduga rawan kecurangan. KPU pun melalui Ketuanya, Arief Budiman dalam sesi jumpa wartawan beberapa waktu terakhir, meyakinkan kepada publik bahwa kotak suara dari kardus lebih efisien. Mulai diduduki sampai disiram air diperagakan Arief untuk meyakinkan publik bahwa pilihan KPU sudah tepat. 

Bagaimana di Kota Tangerang? Menurut Komisioner KPU Kota Tangerang Ahmad Syailendra, pihaknya tak masalah dengan kotak suara tersebut. Malah kotak suara itu kini telah tiba di gudang penyimpanan logistik.

"Ini implementasi dari Pasal 341 UU Nomor 7/2017 tentang Pemilu yang mengamanatkan kotak suara harus transparan," ujarnya, Selasa (18/12/2018).

Selain itu, kotak suara tersebut juga sebagaimana diatur dalam PKPU No 15/2018 tentang Norma, Standar, Prosedur, Kebutuhan Pengadaan, dan Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggaraan Pemilihan Umum' yang telah disetujui Komisi II DPR RI-Pemerintah serta disahkan Kemenkumham.

Syailendra mengatakan, kotak suara berbahan karton dupleks diklaim kuat karena memiliki daya tahan yang sama dengan model aluminium atau seng ini didesain transparan pada satu sisi kotak. 

"Karena jenis kertas dupleks ini jenis logistik yang habis pakai, digunakan hanya sekali saja. Mempertimbangkan biaya perawatan logistik yang mahal jika menggunakan kotak alumunium," jelasnya.

Menurutnya, benda penampung surat suara yang telah diuji ketahanannya dengan cara diduduki oleh Ketua KPU RI Arief Budiman dan disiram dengan air namun masih tetap kuat itu tidak bermasalah digunakan untuk Pemilu 2019.

"Itu kebijakan nasional. Tetap berjalan tidak ada masalah. Sejak 2014 kotak kardus yang dimaksud sudah digunakan dan tidak ada masalah, clear, semua sudah diantisipasi dari tata kelola logistiknya," katanya.  

Pria yang akrab disapa Indra menuturkan, Pemilu 2019 ini tidak akan menggunakan kotak suara berbahan aluminium. Kotak suara yang pernah digunakan pada Pemilu 2014 juga telah dilelang.

"Yang dipakai tahun 2014 sudah dilelang, sudah tidak ada. Untuk yang saat ini akan digunakan seluruhnya kotak baru (bahan karton dupleks kedap air)," tuturnya.

Indra menambahkan bahwa kotak suara berbahan dupleks yang akan digunakan di 5.067 tempat pemungutan suara (TPS) di 13 kecamatan se-Kota Tangerang ini telah tiba di gudang penyimpanan logistik KPU Kota Tangerang. Namun, jumlahnya kurang.

"Sudah ada di gudang semua dan bilik suara juga. Jumlahnya ada 5.067 TPS dikali 5 kotak suara. Kita hanya kekurangan 7 atau 8 TPS saja, tapi nanti dikirim kekurangannya karena sudah dilaporkan," papar Indra.(*/red)